20 April 2013

Pekerjaan Mulia



Dari sekian banyak jenis pekerjaan yang dilakoni oleh manusia terdapat salah satu pekerjaan yang sangat mulia yaitu menyeru orang kepada Allah(berdakwah). Inilah tugas utama seorang muslim di dunia.
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. 41:33)
Dakwah ini sangat besar manfaatnya bagi manusia yaitu untuk keselamatan di dunia dan di akhirat. Pantaslah bila para nabi dan rasul menghabiskan waktunya untuk berdakwah, menyeru orang kepada Allah.
Mereka lebih memilih untuk berdakwah dari pada diberi dunia beserta isinya. Mereka rela tidak dibayar dari pekerjaan dakwahnya tersebut.  Bahkan mereka rela mengorbankan harta bahkan nyawa sekalipun.
Lihat saja perjuangan Rasulullah pada awal dakwahnya. Lima tahun berdakwah dengan susah payah hanya mendapatkan 50 orang pengikut. Itupun terdiri dari orang-orang kecil dan orang-orang lemah di kota Mekah.
Namun demikian orang-orang Quraisy terus menggoda beliau untuk menghentikan dakwahnya dengan menawarkan kekayaan, jabatan, dan wanita. Bahkan tawaran terakhir dilakukan oleh pamannya sendiri, Abu thalib yang diminta oleh pemuka-pemuka suku Quraisy. Tapi itu semua ditolak oleh nabi.
Beliau berkata, “Hai pamanku, sekiranya matahari diletakkan di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, tidaklah aku akan berhenti dari pekerjaan ini, sehingga Allah memenangkan apa yang aku ajarkan itu atau aku binasa dalam memperjuangkannya.”
Dari kisah tersebut jelaslah bahwa pekerjaan menyeru manusia kepada Allah merupakan tugas utama para nabi, sahabat, dan kita sebagai pengikutnya. Tentu tanpa meninggalkan pekerjaan sehari-hari untuk mencari maisyah(penghidupan).
Jelaslah bahwa tujuan utama hidup kita adalah berdakwah bukan untuk mencari rezeki, berdagang, atau bertani. Berbagai pekerjaan tersebut dilakukan justru untuk mendukung dakwah. Bukan sebaliknya, berdakwah untuk mencari uang dan dunia.
Pertanyaaannya, apakah selama ini kita masih sibuk bekerja mencari uang? Apakah kita sudah mulai berdakwah mengajak orang kepada islam dengan segala kemampuan yang kita miliki? Hanya kita sendiri yang bisa menjawab. Wallahua’lam.

No comments:

Post a Comment