26 November 2011

Cara Agar Lebih Produktif



Potensi kita akan keluar sesuai dengan target yang ingin kita raih. Target yang tinggi akan memompa semangat untuk bekerja lebih keras. Sebaliknya target yang rendah akan menghasikan energi yang rendah pula.
Tidak dipungkiri kita semua tentu ingin agar potensi kita keluar dengan maksimal agar meraih hasil yang maksial pula. Untuk itu ada beberapa hal yang bisa kita lakukan agar lebih produktif :
  1. Jangan suka menunda-nunda pekerjaan. Segeralah bertindak untuk merealisasikan rencana yang baru kita buat.
  2. Milikilah seorang tokoh panutuan untuk ditauladani. Dalam hal ini, kita sudah memiliki tokoh panutan yang sempurna yaitu Rasulullah saw. Beliau adalah tauladan dalam segala hal.
  3. Kelolalah waktu dengan cermat. Waktu adalah modal yang paling utama dan paling berharga. Kalau tidak kita kelola maka akan hilang begitu saja. Sadarilah bahwa setiap detik waktu yang diamanahkan akan dipertangungjawabkan kepada Allah Swt.
  4. Selingi aktivitas dengan istirahat yang teratur. Hindari jebakan workaholic yang akan membuat kita tidak ingat waktu dan kondisi tubuh. Istirahat yang proporsional akan membangkitkan semangat kita untuk kembali bekerja. 
  5. Singkirkan hal-hal yang mengganggu dalam bekerja. Tidak jarang gangguan dari televisi, kebisingan, dan suara musik yang terlalu keras akan mengurangi konsentrasi dalam bekerja.
  6. Berusahalah untuk menemukan kebiasaan dan irama kerja kita. Setiap orang memiliki keunikan dan kebiasaan ketika bekerja. Untuk itu, sesuaikanlah dengan ritme kita sendiri.
  7. Selesaikanlah setiap pekerjaan dengan tuntas. Jangan berhenti di tengah jalan. Sekali melangkah pantang mundur ke belakang.
Allah sendiri memerintahkan kita untuk berlomba-lomba melakukan kebaikan. Artinya kita disuruh untuk menjadi yang terbaik dari apa yang bisa kita lakukan. ”Maka berlomba-lombalah kamu dalam berbuat kebaikan.” (QS al-Baqarah [2]:148). Lalu bagaimana agar bisa menjadi yang terbaik?
  1. Seorang entrepreneur muslim selalu berambisi untuk berbuat yang terbaik. Kita harus terus bergairah dalam mencapai cita-cita tanpa melanggar hak-hak orang lain.
  2. Mempertahankan semangat agar tetap mantap dalam meraih cita-cita dan harapan. Tanpa semangat tidak akan ada prestasi.
  3. Tampil menjadi yang terbaik dalam bidang keahlian kita. Berusahalah untuk menjadi solusi dalam setiap permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat.
  4. Terus bermimpi dan berpikir tentang masa depan. Mimpi yang selalu dibayangkan akan menjadi motivasi kita dalam mengejar cita-cita.
  5. Berpikirlah bahwa kita mampu untuk mewujudkan cita-cita. Tidak ada kata mundur dan tidak bisa dalam kamus hidupnya.
Setiap orang dititipi oleh Allah potensi dan kelebihannya masing-masing. Kalau dia bekerja dengan keahliannya itu maka dia akan sukses dan bisa memberikan kontribusi yang banyak kepada orang lain. Oleh sebab itu, kalau kita sudah menemukan potensi kita maka tugas kita adalah mengoptimalkannya sehingga mendatangkan hasil yang maksimal. Langkah-langkah untuk memaksimalkan potensi itu antara lain,
  1. Sadari apa yang menjadi kelebihan kita dan dimana letak kekurangan kita. Kalau kita lemah dalam satu bidang maka akuilah dan jangan memaksakan diri untuk konsentrasi di sana. Carilah kelebihan kita dan fokuslah di sana.
  2. Berusahalah mencapai hasil terbaik dari apa yang bisa kita lakukan, jangan setengah- setengah.
  3. Kalahkan diri sendiri dan buatlah target pribadi. Persaingan yang sebenarnya adalah  melawan hawa nafsu yang ada dalam diri kita.
  4. Beranilah dalam meraih impian dan cita-cita kita. Jangan merasa minder dengan cita-cita sendiri karena merasa terlalu tinggi atau tidak mungkin tercapai. Tanpa keberanian sulit bagi kita untuk meraih cita-cita kita. ”Allah akan meninggikan orang yang beriman di antara kamu dan orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS al-Mujaadilah [58]:11)
  5. Teruslah meningkatkan keilmuan kita karena untuk meraih kesuksesan di dunia dan di akhirat hanya satu modalnya yaitu ilmu.
  6. Teruslah menempa kepribadian kita agar menjadi orang yang sukses dunia akhirat. Wallahua’lam***




No comments:

Post a Comment