02 May 2018

PEMIMPIN DILAHIRKAN BUKAN DICIPTAKAN


Saat ini masih ada orang yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan. Artinya sejak lahir sudah ditakdikan akan menjadi pemimpin. Walaupun tidak berusaha dia pasti akan jadi pemimpin. Pendapat ini tidaklah benar. Kenyataannya pemimpin itu diciptakan.

Siapapun bisa jadi pemimpin asal mau mempersiapkan dirinya. Bahkan kepemimpinan bisa dilatih dan diajarkan. Tentunya bagi orang yang menyukai bidang tersebut. Bagi yang tidak, usaha sekeras apapun tidak akan berhasil.

Namun sebagai manusia biasa, pemimpin sama dengan yang lainnya pasti berbuat kesalahan, pernah gagal, mengalami kekecewaan, sedih dan merasakan sakit hati. Tidak ada pemimpin yang bisa lari dari hal tersebut.

Justru seseorang akan menjadi pemimpin yang hebat dengan berbagai ujian tersebut. Kesulitan dan kepahitan itulah yang akan membuat dia kuat dan dewasa. Salah satu contoh pemimpin besar yang mengalami ujian berat adalah Nelson Mandela dari Afrika Selatan. Berbagai kesulitan hidup yang dia alami menempa dirinya menjadi pemimpin besar.

Dia dipenjara selama 27 tahun karena menentang politik aphartheid. Yaitu sistem pemisahan ras yang diterapkan oleh pemerintahan kulit putih di Afrika Selatan pada awal abad 20.   

Saat keluar dari penjara dia tidak marah kepada orang yang memenjarakannya. Dia yakin hukuman puluhan tahun itulah yang menempa dia menjadi pemimpin besar. Berikut ini akan dipaparkan apa saja kunci sukses seorang pemimpin agar bisa setangguh Nelson Mandela.

Pertama, Berteman dengan kegagalan
Seorang pemimpin tidak pernah sepi dari yang namanya kegagalan. Setiap saat ada saja hambatan dan tantangan yang harus dihadapi. Justru ketangguhan pemimpin dalam menghadapi berbagai kegagalan akan membuat diri dan organisasinya semakin kuat.

Bahkan anggotanya pun akan semakin bersemangat dalam menghadapi berbagai tantangan. Karena melihat pemimpinnya yang bangkit setiap mengalami kegagalan bukannya mundur. Jelas Ini akan berdampak positif bagi perkembangan dan kemajuan organisasi.

Pemimpin tidak pernah takut dengan kegagalan seberat apapun permasalahanya. Justru nilai kepemimpinannya diukur ketika dia bangkit setiap mengalami kegagalan. Seseorang berhenti jadi pemimpin saat dia mundur ketika mengalami kegagalan.

Kedua, belajar seumur hidup
Pemimpin adalah orang yang senang belajar. Dia senang dengan sesuatu yang baru dan tidak anti dengan perkembangan teknologi. Dia terus belajar untuk membuat organisasinya semakin maju.

Dia menyerap ilmu dan pelajaran dari siapa saja termasuk dari pengkritik dan musuh-musuhnya. Dia terbuka dengan ide dan gagasan dari manapun datangnya walau datang dari orang yang lebih muda darinya.

Ketiga. Mencintai dan menghargai anggotanya.
Organisasi tidak sekadar hubungan kerjasama tapi sudah menjadi hubungan kasih sayang yang saling mencintai. Disamping itu juga sebagai ajang saling menghargai, dimana pemimpin memberikan apresiasi kepada anggotanya yang berprestasi dengan penghargaan yang pantas.

Bahkan pemimpin bisa mencairkan suasana dalam organisasi sehingga anggotanya bisa bekerja dengan solid. Dengan itu akan terciptalah suasana kerja yang tidak kaku dan menyenangkan.

Keempat, mau mendengarkan nasehat dan mengakui kesalahan.
Pemimpin bukanlah malaikat yang tidak pernah salah, dia sama dengan manusia lainnya yang terkadang melakukan kesalahan. Dia bersedia mengakui kesalahan dan meminta maaf bila terjadi kesalahan. Hal itu tidak akan mengurangi wibawanya tapi justru orang semakin menghargainya.

Bila terjadi kesalahan dia tidak sibuk mencari kambing hitam tapi langsung mengambil alih tanggunjawab. Dia siap menerima masukan dan kritik dari anggotanya serta memosisikan dirinya sebagai pendengar yang baik. Itulah pemimpin yang berjiwa besar.

Kelima, percaya diri.
Kepercayaan diri adalah keterampilan yang bisa dilatih.  Namun tidak dipungkiri ada sebagian orang yang sejak kecil sudah memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Ini tentu tidak lepas dari pola pendidikan yang diterapkan oleh orang tuanya. Artinya dia sudah memiliki sebagian dari bakat kepemimpinan.

Seorang pemimpin adalah orang yang sadar dengan kelemahan dan kekurangannya dan kemudian mengelilingi dirinya dengan orang yang bisa menutupi kelemahannya itu. Sehingga kelemahannya berubah menjadi kekuatan.

Keenam, berpikir out of the box.
Pemimpin yang baik adalah orang yang tidak kaku. Dia menggunakan cara-cara baru, ide-ide baru dan solusi kreatif dalam menjalankan dan mengatasi berbagai permasalahan organisasi.

Dia memiliki pandangan yang jauh ke depan, pengetahuan dan wawasan yang luas sehingga berpeluang untuk memberikan solusi-solusi yang jitu. Dia tidak berpikir seperti orang kebanyakan.  Itulah yang membuat dia berbeda dengan orang lain dan pantas menjadi pemimpin.
Ketujuh, murah hati

Pemimpin yang baik bersikap murah hati. Dia tetap berpijak ke bumi dan tidak lupa diri dengan kepemimpinannya. Salah satu ciri pemimpin yang sukses adalah tetap rendah hati setinggi apapun kepemimpinannya.

Walaupun dia selalu ditinggikan di berbagai kesempatan tidak membuat dia ingin diutamakan setiap saat. Dalam urusan kemanusiaan dia justru berbaur dengan anggotanya. Hal itu semakin membuat dia menjadi pemimpin berkarakter.
sumber : www.finansialku.com

No comments:

Post a Comment