20 April 2018

KESALAHAN PEBISNIS PEMULA DI MEDSOS


Berbisnis di medsos(media sosial) seperti facebook, instagram, twitter dan lain-lain membutuhkan pengetahuan dan strategi khusus. Namun kenyataannya banyak yang langsung berbisnis di medsos walaupun belum paham aturannya.

Tidak jarang ada yang akunnya tiba-tiba diblokir oleh facebook, misalnya. Alasannya karena mereka menggunakan akun personal untuk berbisnis. Hal ini jelas melanggar ketentuan dari facebook itu sendiri. Disamping itu masih banyak kesalahan-kesalahan lainnya yang biasa dilakukan oleh pebisnis online di sosmed, antara lain:

Pertama, berbisnis karena ikut-ikutan
Ketika berselancar di medsos kita sering melihat akun-akun yang berjualan produk tertentu. Karena tergiur keuntungan yang didapat kita pun ikut-ikutan menawarkan produk. Namun hasilnya jauh dari harapan, tidak ada satupun yang tertarik membeli produk kita.

Hal ini disebabkan karena kita belum tahu ketentuan dan cara-caranya. Strategi yang dilakukan orang lain tidak otomatis akan berhasil bila kita terapkan pada produk kita. Karena setiap produk memiliki karakter dan cara pemasaran tertentu.

Kedua, membeli follower
Di bisnis online biasanya kita dianjurkan untuk memiliki follower sebanyak-banyaknya agar orang percaya. Namun cara yang dilakukan tidak alami tapi dengan cara instan (membeli follower). Padahal tidak ada jaminan bila kita membeli follower. Karena tidak jelas siapa follower-nya apakah cocok dengan konsumen sasaran kita atau tidak.

Misalnya kita menjual kerudung dan busana muslimah. Kemudian karena ingin banyak follower kita beli dari orang yang menjual jasa follower. Ternyata hampir semua follower yang dijual berjenis kelamin laki-laki. Jelas tidak cocok dengan konsumen sasaran kita. Inilah kelemahannya kalau memperbanyak folower dengan cara membeli bukannya dengan cara yang wajar.

Bahkan ada yang menjual follower, ternyata akunnya tidak aktif. Ini pasti akan ketahuan oleh orang lain. Misalnya followernya sudah 20.000 tapi dari postingannya yang like cuma 5 orang. Tidak ada komentar dan tidak ada interaksi dengan follower. Maka orang akan tahu kalau followernya  tidak aktif. Jadi jangan ada niat untuk mengelabui konsumen dengan cara yang tidak benar karena konsumen sudah semakin cerdas.

Ketiga, tidak mau mem-follow akun lain
Sebagian kita ingin di follow oleh orang tapi kita sendiri tidak mau mem-follow orang lain. Justru kitalah terlebih dahulu yang mem-follow orang baru orang pun akan melakukan hal yang sama. Apalagi bagi kita yang masih pemula. Akun kita belum dikenal lalu bagaimana orang akan mem-follow akun kita? Jangan samakan dengan brand-brand yang sudah terkenal. Dia banyak follower karena memang sudah dikenal sebelumnya.

Untuk itu setiap ada yang follow akun kita maka follow back akunnya. Berinteraksilah dengan mereka. Berikan like dan komentar pada postingannya. Bangun hubungan pertemanan dengan mereka. Karena orang akan senang membeli sesuatu kepada orang yang dianggap temannya, bukan kepada orang asing yang tidak dikenal walapun dia follower kita.

Keempat, membuat konten asal-asalan
Sebagian orang membuat status yang asal-asalan dan tidak terencana. Makanya tidak jarang kita melihat status orang yang isinya keluhan saja. Mengeluh karena hujan, karena panas, karena banjir dan berbagai keluhan lainnya. Maka konsumen tidak akan tertarik berbelanja kepada orang yang suka mengeluh. 
Atau orang yang suka komentar negatif di postingan orang lain. Jadi jangan memposting status yang tidak produktif. Justru kalau kita ingin menarik perhatian konsumen, buatlah status dan postingan yang kreatif dan menarik.

Apalagi saat memposting foto produk tidak menggunakan foto asli tapi mengambil dari google. Terkadang fotonya kurang bagus atau tidak sesuai dengan aslinya. Atau fotonya diedit agar terlihat lebih bagus dari aslinya. Ini jelas menipu konsumen. Ditambah lagi keterangan produknya tidak lengkap dan tidak jelas.

Kesalahan lain adalah postingan yang monoton, penuh dengan foto produk dan keterangan yang terlalu panjang. Kalaupun produknya sama maka buatlah keterangan (caption) berbeda agar tidak membosankan. Itulah bedanya bila kita menggunakan sosmed untuk bisnis. Kalau akun pribadi boleh bebas tapi kalau untuk bisnis harus ada aturannya.

Lima, kurang responsif
Untuk diketahui, akun sosmed kita tidak akan bisa populer dalam waktu singkat walaupun dengan cara-cara instan. Tetap kita butuh waktu dan strategi untuk dikenal. Salah satunya adalah dengan cepat merespon postingan, komentar, dan DM orang lain. Jangan sampai terlambat atau kelamaan karena orang senang dengan respon yang cepat. Kalau kita lambat merespon maka orang akan beralih ke penjual lain yang lebih cepat pelayanan dan responnya.

6. Tidak menganalisis audiens
Kita harus memahami bagaimana perilaku konsumen dalam bermedsos. Tujuannya agar kita bisa mengenal domisilinya dan bagaimana perilakunya dalam menanggapi postingan kita. Postingan seperti apa yang disukai, jam berapa saja mereka berkunjung, dan dari daerah mana yang banyak merespon.

Hal ini bisa kita jadikan acuan untuk membuat postingan berikutnya. Kita bisa langsung membidik konsumen di daerah tertentu. Semua itu dapat kita lihat di fitur insights, khusus untuk akun bisnis bukan akun pribadi.

Bahkan di instagram kitapun bisa mengetahui di mana lokasi follower, usia dan jenis kelaminya. Bahkan berapa lama dia melihat-lihat instagram kita. Namun karena banyak yang belum tahu, fitur ini jarang digunakan.

Demikianlah beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh penggiat bisnis online di medsos. Mudah-mudahan kita bisa mengantisipasi sebelum terjun ke bisnisnya.
sumber : www.entrepreneurcamp.id

No comments:

Post a Comment