Showing posts with label spiritual. Show all posts
Showing posts with label spiritual. Show all posts

13 May 2018

URGENSI MENUNTUT ILMU


Saat ini kegiatan majelis taklim berkembang dengan pesat. Dimana-mana diadakan pengajian dengan mengundang ustadz-ustadz terkenal. Bahkan ada ustadz yang pengajiannya dihadiri ribuan bahkan puluhan ribu orang. Begitulah antusias orang kepada ilmu agama.

Lalu kenapa orang mau datang berbondong-bondong ke pengajian? Apa yang dia cari? Apa yang menggerakkan mereka untuk datang bahkan dari tempat yang jauh? Berikut ini akan disampaikan apa saja yang memotivasi orang menuntut ilmu dan hal-hal yang berkaitan dengan ilmu. Harapannya dengan tulisan ini umat islam lebih bersemangat lagi menuntut ilmu.

Keutamaan Menuntut Ilmu
1] Akan mendapatkan kebaikan dari Allah.
Kalau Allah ingin memberikan kebaikan kepada seseorang maka Allah akan memberinya pemahaman agama. Karena tanda kebaikan seseorang bukan diukur dari kekayaan dan jabatan tapi seberapa besar pemahamannya akan agama yang membuat dia semakin dekat dengan Allah. Karena sesungguhnya yang dikatakan orang berilmu [ulama] itu adalah orang yang paling takut kepada Allah.

2] Dimudahkan baginya jalan ke surga.
Selama orang menuntut ilmu maka dia akan dinaungi oleh malaikat. Bahkan penghuni langit dan bumi akan memohon ampunan baginya. Aktivitas belajar juga lebih utama dari pada ibadah tanpa ilmu. 

3] Menentukan baik buruknya umat. Karena Ilmu akan menjamin keselamatan umat.

4] Menuntut ilmu akan menyehatkan jiwa dan raga seseorang.

5] Orang yang menuntut ilmu akan turun kepada mereka ketentraman, diliputi oleh rahmat, dikerumuni oleh malaikat dan dipuji oleh Allah.

6] Pahala orang yang menuntut ilmu akan mengalir hingga alam barzakh.

Cara Menuntut Ilmu
1] Meluruskan niat.
Amal seseorang bergantung kepada niatnya dan dia akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang dia niatkan. Oleh karena itu niatkan belajar sebagai ibadah agar mendapat pahala di sisi Allah.

2] Mencari guru yang tsiqah[terpercaya].
Carilah guru dan ustad yang memiliki spesialisasi keilmuan dan terpercaya. Karena dia akan membahas suatu topik dengan mendalam. Kemudian cari ustadz yang mengamalkan apa yang dia katakan dan memiliki akhlak yang mulia.

3] Buat prioritas ilmu yang akan dipelajari dan atur waktunya agar tidak bosan.
4] Serius saat menuntut ilmu.
5] Tenang dan fokus saat belajar
6] Mencatat ilmu yang dipelajari. “Ikatlah ilmu dengan menuliskannya” [Ali bin Abi Thalib ra]
7] Segera menanyakan hal-hal yang tidak dipahami.
8] Tidak menyela saat taklim sedang berlangsung.
9] Mencermati dan mengulang materi yang sudah dikaji dan dipelajari.

Cara Menjaga Ilmu
1.       Berdoa agar diberi kemudahan saat belajar dan mengajar.
2.       Menciptakan keakraban antara guru dan murid.
3.       Saling mendoakan antara guru dan murid.
4.       Mengamalkan ilmu.
5.       Menjaga keikhlasan.

Nasehat Bagi Penuntut Ilmu
1] Melakukan persiapan sebelum belajar.
Menyingkirkan segala sesuatu yang akan mengganggu konsentrasi belajar dan mensucikan hati dari segala dosa yang akan menghambat hadirnya ilmu.

2] Masuk ke majelis ilmu dengan adab-adabnya.
  1. Dianjurkan berwudhu dan bersiwak serta berpenampilan yang rapi dan bersih.
  2. Suasana hati yang tenang.
  3. Minta izin ketika akan keluar majelis.
  4. Mengucapkan salam ketika datang.
  5. Duduk di tempat yang mudah dijangkau tanpa mengganggu orang lain. 
3] Memperhatikan adab-adab terhadap guru.
  1. Rendah hati[tawadhu]. Hal ini akan membuat ilmu mudah diraih.
  2. Penuh adab. Walaupun usia gurunya lebih muda.
  3. Menatap guru dengan penuh hormat 
4] Memperhatikan adab saat belajar.
  1. Duduk dekat guru
  2. Bersikap sebagai seorang pelajar
  3. Merendahkan suara
  4. Tidak memainkan tangan [sesuatu yang mengganggu]
  5. Tidak menengok kiri kanan yang tidak perlu
  6. Sabar dengan sikap guru yang tidak menyenangkan
  7. Prasangka baik pada guru
  8. Minta maaf bila menyulitkan guru
  9. Semangat belajar dan memanfaatkan setiap waktu
  10. Tidak cepat puas dan tidak memaksa diri
  11. Bersabar atas keterlambatan guru 
5] Menghindari ujub dan hasad.
Jangan sombong dengan ilmu yang didapat dan jangan iri dengan kelebihan ilmu orang lain.

Prioritas Ilmu Yang Harus Dipelajari
1] Al Quran
Pelajari Cara berinteraksi dengan al Quran seperti ilmu Qira’ah yang fokus pada bacaan [tajwid] tanpa menyertakan makna dan terjemah.  Kemudian ilmu Tilawah yang menyertakan makna dan terjemahan. Terakhir ilmu Hifzh dengan menghafalnya.

2] Ulumul al Quran. Ilmu yang terkait dengan al quran seperti ilmu tafsir.
3] Ulumul as sunnah. Ilmu yang terkait dengan sunnah seperti ilmu musthalah.

Sumber bacaan : buku al Majmu karya Ustad Adi Hidayat LC MA.

27 April 2018

BAGAIMANA SEHARUSNYA KITA BERTOBAT



PENGANTAR
Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.  [15:49]

MUQADIMAH
·         Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [39.53]
·         Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar. [20.82]

PENGERTIAN TAUBAT
Arti kata : KEMBALI
Melepaskan semua keterkaitan hati dengan dosa, berusaha untuk tidak mengulanginya dan kembali mengerjakan kewajibanya kepada Allah.

HAKIKAT TAUBAT
Perasaan hati kecil yang merupakan
·         penyesalan atas segala yang terjadi
·         kemudian mengharap ampunan dari Allah
·         menjauhi segala perbuatan dosa
·         selalu berbuat kebaikan.

KEUTAMAAN TAUBAT
·         Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu Beruntung. [24.41]
·         Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. [3.135]
·         maka aku katakan kepada mereka: ´Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun [71.10]
·         kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun [19.60]
·         Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan [42.25]

SEGERA BERTAUBAT
·         Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana
·         Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: "Sesungguhnya saya bertaubat sekarang". Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.[4.17-18]

SYARAT TAUBAT
1.       Ikhlas
2.       Menyesali dosa
3.       tidak mengulanginya

WAKTU TOBAT
·         Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung [24.31]
·         Allah akan menerima taubat seseorang sebelum nyawa nya sampai ke kerongkongan. [sunan ibnu majah]

CARA MELEPASKAN DIRI DARI KETERKAITAN DOSA
1.       kenali penyebab timbulnya dosa
a.       kebodohan [atasi dengan belajar]
b.       kelalaian
c.       hawa nafsu [atasi dengan menjaga pandangan]
2.       berpegang teguh kepada allah dan pasrah kepadaNya
Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus [3.101]
3.       selalu membaca alquran
4.       takut dihukum di dunia
5.       makanan yang halal
6.       selalu ingat mati
7.       jauhi teman yang jahil. Pilih temah yang saleh
8.       istighfar
9.       menahan marah dengan wudhu dan shalat

HAL YANG MEMBANTU DALAM BERTOBAT
1.       mengenali apa yang telah berlalu dari ibadahnya
2.       khusu’ beramal kepada Allah semata mencari keridhaannya
3.       muhasabah [introspeksi diri]
4.       jauhi kemaksiatan. Hindari orang yang jahil
5.       berniat baik kepada Allah
6.       bertekad tidak mengulangi dosa

YANG MEMALINGKAN DARI TAUBAT
1.       Bersandar kepada ampunan Allah
2.       Mengikuti hawa nasfu yang semu
3.       Angan angan kosong
4.       Nafsu mengumpulkan harta
5.       Lengah dan bodoh
6.       Meremehkan dosa

CIRI ORANG YANG SERIUS BERTOBAT
·         Sungguh2 meninggalkan dosa
·         Keadaannya lebih baik setelah bertobat
·         Tidak merasa aman dari siksa Allah
·         Menyesali dosa
·         Selalu ingat kematian
·         Cinta kepada Allah

(Sumber: Dr Shaleh Bin Ghanim Assadlani)

15 April 2018

KIAT HIDUP SUKSES, BAHAGIA DAN BERKAH



Hidup bahagia, sukses dan berkah merupakan impian setiap orang. Namun untuk mencapainya dibutuhkan usaha dan kerja keras. Berikut tips untuk meraih hidup bahagia, sukses dan berkah dengan mengamalkan tujuh sunnah Rasulullah saw.  

Senantiasa dalam keadaan Wudhu’
Wudhu adalah salah satu cara untuk menyucikan diri dari hadast. Orang yang menjaga Wudhunya akan disayangi oleh Allah. Kata Khalifah Ali bin Abi Thalib, "Orang yang selalu berwudhu akan senantiasa merasa sholat walau ia sedang tidak sholat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua do’a (ampuni dosa dan sayangi dia ya Allah)".

Sholat berjamaah Di Masjid
Sholat lima waktu lebih baik berjama’ah di masjid, terutama bagi laki-laki. Pahalanya dihitung pada setiap langkahnya ke masjid. Ia juga akan memperolehi pahala sebanyak 27 kali lipat dibanding shalat sendirian. Bahkan saking pentingnya, nabi hendak membakar rumah sahabat yang tidak shalat berjamaah di masjid.

Sholat Dhuha
Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rosulullah Saw. Banyak sekali fadhilah dari Sholat Sunnah Dhuha. Diantaranya, pintu rejeki akan dibukakan dan dimudahkan oleh Allah Swt.  

Rasulullah SAW pernah bersabda, "Pada tiap-tiap pagi lazimkanlah atas tiap-tiap ruas anggota seseorang diantara kamu bersedekah, tiap-tiap tahlil satu sedekah, tiap-tiap takbir satu sedekah, menyuruh berbuat baik satu sedekah, dan cukuplah (sebagai ganti) yang demikian itu dengan mengerjakan dua rakaat sholat Dhuha".(HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Sholat Tahajjud
Sholat Tahajjud ialah sholat di sepertiga malam terakhir. Diantara fadillahnya adalah : mendapatkan perlindungan Allah, disayangi oleh para ahli ibadah dan orang mukmin, pembicaraannya menjadi hikmah, dimudahkan hisabnya dan akan mendapatkan catatan amal dari tangan kanan.

Allah SWT berfirman, "Dan bangunlah pada sebagian dari waktu malam serta kerjakanlah sembahyang tambahan bagimu, semoga Tuhanmu membangkit dan menempatkanmu pada hari akhirat di tempat yang terpuji." (Al-Isra:79).

Membaca Alqur’an
Membaca Al qur’an merupakan salah satu sunnah Rasulullah terutama pada waktu malam saat tahajud. Untuk itu jadikanlah Al-Qur’an sebagai panduan hidup yang kita baca kapan dan dimanapun.

Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk ke jalan yang amat benar (agama Islam), dan memberikan berita yang menggembirakan orang-orang yang beriman yang mengerjakan amal-amal soleh, Bahwa mereka memperoleh pahala yang besar."[Al-Isra:9]

Senantiasa Bersedekah
Sedekah ialah mengorbankan harta untuk diberikan kepada orang yang memerlukan dengan hati yang ikhlas. Bagi orang yang rajin bersedekah, Allah akan balas setiap sedekahnya dengan rezeki yang melimpah.

Allah SWT berfirman, "Dan jangan sekali-kali orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) itu buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan akan dikalungkan (dilehernya) pada hari kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) dilangit dan dibumi. Allah maha teliti atas apa yang kamu kerjakan."(Q.S Ali Imran:180)

Istighfar Setiap saat
Istighfar ialah memohon ampunan dari Allah atas segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan dan berjanji kepada Allah tidak akan mengulangi kesalahan tersebut. Allah Swt berfirman, "Dan Allah tidak sekali-kali akan menyiksa mereka, sedang engkau (wahai Muhammad) ada diantara mereka, dan Allah tidak akan menyiksa mereka sedang mereka beristighfar (meminta ampunan)." [Al-Anfal:33]* (sumber : curansongho.blogspot.com)



ORANG-ORANG SADIQIN DI DALAM TAJRID





Kehendakmu agar semata-mata beribadah, padalah Allah sudah menempatkan dirimu sebagai golongan orang yang harus berusaha untuk mendapatkan kehidupan duniamu (sehari-hari), maka keinginan seperti itu termasuk perbuatan (keinginan) syahwat yang halus. Sedangkan keinginanmu untuk berusaha, padahal Allah Ta'ala telah menempatkan dirimu diantara golongan yang semata-mata beribadah, mengikuti keinginanmu itu, berarti engkau telah turun dari semangat dan cita-cita yang tinggi.”

Watak yang dimiliki oleh orang sadiqin, ialah tidak meninggalkan dunia karena akhirat dan tidak meninggalkan akhirat sebab dunia. Hubungan timbal balik antara dunia dan akhirat adalah suatu keharusan yang patut diusahakan dan ditunjang dengan perilaku akhlak Islami yang akan menunjang semua hal yang menyangkut duniawi dan ukhrawi.

Kedudukan manusia dalam tajid karena kehendak mentaati Allah Swt. lalu menanggalkan usaha (kasab) padahal ia masih memerlukan kasab itu sebagai keperluan yang wajar secara duniawi, maka kehendak tajrid seperti ini termasuk syahwat badani yang tidak pada tempatnya.

Syahwat badani seperti ini memang syahwat yang halus, karena bukan perbuatan yang tidak dibolehkan, akan tetapi tidak pada tempatnya, apalagi kalau tajrid seperti itu adalah suatu keinginan agar dianggap sebagai manusia zuhud (orang yang tidak berkehendak kepada dunia, semata-mata karena Allah). Kehendak seperti ini bertentangan dengan kehendak Allah sendiri, karena akan menjerumuskannya kepada syirik yang halus pula.

Sebaliknya, orang yang telah mendapatkan keputusan Allah untuk beribadah saja (dalam maqam tajrid saja) berarti ia sudah tidak mempunyai tugas duniawi yang melibatkan dirinya pada ikhtiar duniawi, hanyalah semata-mata beribadah, karena Allah telah memilih ia untuk hal itu. Orang seperti ini bukanlah karena ia tidak memerlukan lagi kehidupan dunia, untuk keperluannya yang primer, akan tetapi Allah telah menjamin dunianya dengan rezeki yang tak dapat. Dalam urusan duniawi ia tidak terlalu mengharapkan mendapatkannya, karena siap menerima anugerah Allah dengan jalan beribadah kepada-Nya semata.

Inilah orang yang sadiqin di atas jalannya, Ia tidak tamak menghadapi hidup melewati jalan tajrid, karena menempatkan duniawi sebagai hal yang tidak mengikatnya sebagai belenggu yang merusak ibadahnya kepada Allah Ta'ala. Dalam pelaksanaan ibadah kepada Allah, ada dua hal yang perlu diingat, lalu menempatkan diri secara teguh (istiqamah) pada tempat yang dipilih si hamba untuk periuangan hidupnya di dunia dan di akhirat Kedudukan dua hal ini tidak berbeda. Karena niat yang tersembul dari perbuatan seperti itu sama kedudukannya yakni untuk beribadah Masalahnya sekarang adalah bagaimana seseorang menekuni perilaku ibadahnya. Di satu pihak keinginan tajrid lebih kuat lebih dominan, dipihak lain keinginan duniawi lebih condong mengikuti semua perbuatan sebagai ibadah juga.

Untuk menghilangkan keraguan (was-was) dalam diri hamba yang sadiq maka harus menekuni dua perilaku tersebut, sehingga masing-masing mampu memberi nilai lebih dan menjadikannya sebagai ibadah yang bermanfaat dunia dan akhirat.

Meskipun demikian, perlu dipahami bahwasanya magam tajrid yang telah dipilih seorang hamba yang sadiqin, adalah magam yang mulia karena tidak semua orang mampu berada pada magam tersebut. Magam tajrid ini adalah pilihan Allah atas hamba-Nya dalam hubungannya dengan peribadatan yang khusus.

Adapun ciri-ciri hamba yang sadiqin dan tajrid di antaranya:
1.       Mendekatkan diri kepada Allah Swt., akan tetapi tidak mengabaikan duniawinya.
2.       Mengkhususkan diri beribadah semata-mata kepada Allah, karena Al lah swt. telah menjamin hidup duniawinya, karena ibadah ibadah yang ia amalkan.
3.       Menempatkan diri dalam hidup sederhana (qana’ah) dan menjaga kehormatannya (iffah) dalam hubungan sesama manusia.
4.       Tidak menyia-nyiakan pemberian Allah yang telah diterima oleh si hamba (seperti rezeki) yang tak terduga, untuk kepentingan manusia lainnya. Kemudian ia tetap istiqamah dalam ibadah yang dijalankannya.
5.       Jiwa dan ruh mereka tenang menikmati ibadah kepada Allah Swt.
6.       Mengembalikan seluruh persoalan yang telah terjadi dan yang akan terjadi kepada Allah Swt. Serta mengerakan sesuatu perbuatan semata mata karena izin Allah.

(Sumber : Syekh Ahmad Atailah. )

TANDA ORANG ARIF



“Tanda-tanda orang yang arif dalam amal, ia tidak membanggakan amal ibadahnya. Berkurangnya harapan kepada Allah ketika terjadi kekhilafannya kepada Allah.”

Orang arif adalah orang yang tidak membanggakan amal ibadahnya. Orang seperti ini kurang pengharapannya kepada Allah ketika ia berhadapan dengan rintangan yang menimpa. Sedangkan sifat orang yang meneguhkan imannya kepada Allah selalu berpegang teguh kepada kekuasaan-Nya.

Para arifin selalu menyaksikan kebenaran-Nya. Dia tidak dapat memutuskan hubungannya dengan Alah karena telah menyaksikan kebesaran Allah. Ia tidak menjadikan amal ibadahnya sebagai kebanggaan hidupnya, akan tetapi ia jadikan sebagai suatu kewajiban seorang hamba kepada Khaliq yang senantiasa ia kuatirkan, kalau kalau ibadahya itu tidak diterima oleh Allah Swt.

Orang arifin selalu menguatirkan amalnya takut tidak diterima Allah Swt. Adapun orang yang berbuat dosa dan kesalahan, serta enggan meminta rahmat dan ampunan Allah, maka ia telah menumbuhkan rasa angkuh. Orang ini telah mengesampingkan Allah dalam Tauhid-Nya.

Pengharapan kepada Allah, selalu menjadi hiasan hati orang-orang arif. Bila suatu saat si hamba tergelincir dalam perbuatan maksiat, ia akan menemukan jalan keluar karena rahmat dan kecintaan Allah. Si hamba yakin kasih sayang Allah akan mendatanginya, melindungi dan memberikan pertolongan kepadanya.

Pemberian Allah berupa rahmat dan pertolongan akan diterima seorang hamba apabila si hamba yang berlumuran dosa sadar akan kelemahan dirinya dan yakin kepada rahmat-Nya. Keyakinan seperti ini akan memberi peluang bagi manusia yang berdosa agar cepat-cepat bertobat dan memohon ampunan kepada Allah swt.

Tobat bagi seorang yang arif adalah pertanda nuraninya masih hidup dan jiwanya masih dibakar oleh iman, sehingga ia tidak berputus asa menghadapi segala sesuatu yang ada padanya, sebagai kenyataan yang tak boleh dielakkan.

Sesungguhnya Allah Ta'ala telah menciptakan agama untuk manusia, bersamaan dengan memberikan kemampuan mereka untuk beramal. Karena dengan amal itu manusia akan berupaya melepaskan dirinya dari dosa dan kesalahan.

ketaatan kepada Allah bukanlah suatu amal yang harus dipamerkan karena ketaatan adalah hiasan jiwa yang jaminan ketulusan di dalamnya. Ketaatan itu sendiri belum menjadi jaminan seorang untuk masuk suga. Karena hal ini memerlukan ujian yang sangat istimewa.

Seorang hamba yang arif akan selalu menghindarkan dari dirinya kedengkian, kesombongan dan kebanggaan. Sebab sifat yang disebut terakhir, akan memberi kesempatan kepada iblis mendapat tempat dalam ruang jiwa kita.

Keimanan kepada Allah adalah perisai yang paling ampuh dalam berhadapan dengan musuh Allah (Iblis). Hamba Allah yang mempergunakan lslam sebagai senjata melawan Iblis, itulah yang akan mendapat kemenangan dan kasih sayang-Nya.

Memenuhi jiwa kita dengan ajaran-ajaran Islam adalah wajib, agar kita terhindar dari ajaran dan pemikiran yang bukan Islam. Agama islam itu wajib dijadikan hujah dalam perjalanan hidup kita, agar terhindar dari perbuatan yang bebal dan bodoh. Orang yang membanggakan amal ibadahnya berarti menyandarkan diri pada amal ibadahnya. Padahal semua amal ibadah harus disandarkan kepada Allah Ta'ala semata.

Berbangga kepada amal ibadah yang telah dilaksanakan sama dengan syirik. Karena perbuatan seperti itu selain membanggakan diri di hadapan Allah Ta'ala, bahwa ia telah bisa beramal dan beribadah, ia pun telah mendahului Allah, seakan-akan amal ibadahnya telah diterima Allah Swt. Orang seperti ini seakan-akan amal itu datang dari kemampuannya sendiri lalu mengandalkan amal untuk mencapai tujuan.

Orang-orang arif dan bermakrifat kepada Allah, lebih banyak bersyukur karena banyak kesempatan baginya untuk beramal. Dengan rahmat dan kasih sayang itulah ia mampu melaksanakan semua amal ibadahnya dalam kehidupan dunia ini.

(Sumber : Syekh Ahmad Ataillah)

14 April 2018

PENTINGNYA ILMU



Ilmu sangat penting peranannya dalam islam. Nabi bersabda : mencari ilmu wajib bagi setiap lelaki dan wanita Muslim. Bahkan beliau juga bersabda: carilah ilmu sampai ke negeri Cina sekalipun.

Namun Ilmu tak terbatas sedang hidup kita singkat, oleh karena itu tidak wajib mempelajari semua ilmu. Yang harus kita prioritaskan adalah ilmu yang berkaitan dengan Syari’at agama; mengetahui waktu shalat, mempelajari ilmu kedokteran untuk menjauhkan diri dari sakit, mempelajari ilmu hitung untuk memahami pembagian warisan, menghitung masa iddah dan sebagainya. Ilmu menjadi wajib sejauh diperlukan untuk berbuat kebaikan.

Allah swt. mengutuk mereka yang mempelajari ilmu yang tidak berguna. (QS. 2;96). Bahkan nabi bersabda, “Aku berlindung kepada Tuhan dari ilmu yang tak bermanfaat."

Oleh karena itu, jangan hanya fokus untuk menambah ilmu tapi yang terpenting adalah mengamalkannya. Nabi berkata, orang yang taat beribadah namun tak memiliki pengetahuan tentang Tuhan, bagaikan keledai yang menggerakkan jentera. Karena keledai terus berputar-putar di tempat dan tak pernah melangkah maju. Maka jangan minder dengan ilmu yang sedikit. Karena banyak yang dapat dikerjakan dengan pengetahuan yang sedikit.

Namun sebagian orang menganggap pengetahuan lebih tinggi daripada tindakan, sementara yang lain menomorsatukan tindakan. Nyatanya kedua golongan itu salah. Sebelum tindakan dipadukan dengan pengetahuan, tak patut menerima pahala. Shalat, baru dapat disebut shalat bila dilakukan dengan pengetahuan mengenai prinsip-prinsip thaharah, hal-hal yang bertalian dengan kiblat dan pengetahuan tentang niat.

Belajar dan menghapal adalah tindakan yang membuat seseorang memperoleh pahala di hari kemudian. Jika dia memperoleh pengetahuan tanpa berusaha, dia tidak akan memperoleh pahala.

Ada dua golongan manusia yang keliru berkaitan dengan ilmu. Pertama, mereka yang mencari pengetahuan demi memperoleh nama baik di masyarakat namun tak mampu mempraktikkannya. Kedua, mereka yang menganggap bahwa praktik sudah cukup dan pengetahuan tidak perlu.

Ketika Ibrahim bin Adham melihat sebuah batu yang di atasnya tertera tulisan, “Balikkan aku dan baca!" Dia mematuhi dan terdapatlah tulisan: “Engkau tak melaksanakan apa yang kau ketahui lantas mengapa kau mencari apa yang tak kau ketahui?"

Anas bin Malik berkata, “Orang yang bijak bercita-cita untuk mengetahui. Orang yang bodoh bercita-cita untuk menceritakan." Orang yang menggunakan pengetahuannya dengan tujuan memperoleh kekuasaan, kehormatan dan kekayaan, bukanlah ulama.

Akhirnya, puncak tertinggi pengetahuan terungkap dalam kenyataan bahwa, tanpa pengetahuan tak seorangpun mengenal Tuhan.*

(Sumber : Kasyful Mahjub) 

MERAIH MA’RIFAT


Ma'rifatullah artinya melihat Allah dengan pandangan mata hati, bukan dengan pandangan mata kepala. Rasullullah saw. bersabda, “Wahai Abu Dzar, sembahlah Allah seakan-akan kamu melihat-Nya. Dan jika kamu tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihat kamu.” (HR Abu Naim dari zaid bin Arqom).

Manusia telah diberi fitrah untuk mengenal Allah sejak ia masih dalam kandungan. Namun jika ia tidak mendapat anugrah-Nya, manusia tidak akan dapat mengenal Allah secara hakiki.

Kalau manusia tidak mendapat anugrah Allah maka dia akan menemui berbagai faham keyakinan yang menyimpang dari tuntutan Allah. Seperti halnya raja Namrudz pada zaman Nabi Ibrahim as. Dan raja Fir’aun pada zaman nabi Musa as. yang mempertuhankan dirinya sendiri.

Jika kita telah dibukakan jalan ma'rifatullah, maka kita tidak akan menghiraukan amal yang sedikit. Ma’rifat adalah anugrah Allah yang dilimpahkan kepada kita. Amal ibadah kita hanya imbalan sebagai pengabdian kepada-Nya.

Tujuan memperbanyak amal kebaikan adalah demi kebaikan kita sendiri, bukan untuk Allah. Jika engkau berlomba-lomba berbuat kemaksiatan seperti mencuri, zina, minum-minuman keras, bermain judi, tidak menepati janji dan berdusta maka yang binasa adalah engkau sendiri.

Al junaid pernah berkata: seseorang ahli ma'rifat membatasi tingkah lakunya dalam empat perkara, yakni :
1.       Seorang ahli ma’rifat mengenal Allah sehingga ia berhubungan langsung dengan Allah tanpa adanya perantara.
2.       Dasar hidup dan kehidupannya mengikuti sunnah Rasul; meninggalkan akhlak yang rendah dan hina.
3.       Mengikuti hawa nafsu yang dikehendaki Allah pada ajaran Al Quran.
4.       Merasa dirinya milik Allah Swt dan kepada-Nya ia akan kembali.

Yang diharapkan oleh ahli ma’rifat kepada Allah adalah hidup dengan ikhlas tanpa pamrih. Karena hal itu akan mengakibatkan jiwa kotor dan menjauhkan diri dari Allah Swt. Padahal hidup ini hanya untuk mengabdi kepada Allah ta'ala saja. “Tidaklah aku menjadikan jin dan manusia kecuali hanya untuk mengabdikan diri kepada-Ku.” (Qs. 51;56)

Allah Swt. tidak beruntung disembah oleh kita. Pun tidak rugi jika tidak disembah. Pengabdian yang dilakukan manusia semata-mata untuk manusia itu sendiri.

 (Sumber : Imam Al Ghazali; Cinta dan Rindu Kepada Allah)