Showing posts with label Pemuda. Show all posts
Showing posts with label Pemuda. Show all posts

15 May 2018

HANZHALAH BIN ABI AMIR, Pemuda Sahabat Nabi


Ayahnya adalah seorang pemuka suku Aus yang biasa dipanggil Aba Amir sang Durjana, karena dia sangat membenci dan memusuhi Rasulullah. Namun, hal itu tidak serta merta membuat anaknya, Hanzalah menjadi pembenci Rasulullah juga. Justru sebaliknya, sang anak menjadi pecinta dan pengawal setia Rasulullah.

Suatu ketika Hanzalah melamar seorang wanita pujaannya. Sehari setelah pernikahannya dia mendengar seruan jihad. Pagi-pagi buta dia langsung berangkat memenuhi seruan jihad. Sampai-sampai dia lupa mandi wajib karena sudah tidur bersama istrinya di malam pertama.

Dalam peperangan itu dia syahid dan berpisah dengan sang istri untuk selama-lamanya yang baru satu hari dinikahi. Kemudian Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya aku melihat para malaikat langit dan bumi memandikan Hanzalah dengan air hujan pada bejana besar yang terbuat dari perak.”

Setelah mendengar sabda rasul para sahabat segera mencari jasad Hanzalah. Mereka dapati kepalanya basah dengan air. Para sahabat segera menyampaikan keadaan Hanzalah kepada rasul.

Kemudian rasul menyampaikan kepada istri Hanzalah, Jamilah binti Abdillah bahwa suaminya syahid di medan jihad. Namun dia sudah dimandikan oleh malaikat karena belum sempat mandi janabah pada saat terbangun dan mendengarkan seruan jihad. Beruntunglah Hanzalah dan pemuda-pemuda yang mengikuti jejak langkah dan perjuangannya.

IKRIMAH, pemuda sahabat nabi


Ikrimah berusia 30 tahun ketika Rasulullah mulai menyampaikan dakwah Islam secara terbuka. Ia adalah seorang bangsawan Quraisy yang dihormati, kaya, dan berasal dari keturunan ningrat.

Kalaulah tidak terhalang oleh sikap ayahnya yang sangat keras menentang Islam, mungkin Ikrimah telah masuk Islam lebih awal, sebagaimana putra-putra Makkah yang berpandangan luas dan maju, seperti Saad bin Abi Waqqash dan Mush’ab bin Umair.

Ikrimah dikenal sebagai pemuda Quraisy yang gagah berani dan seorang penunggang kuda yang mahir. Ia memusuhi Rasulullah hanya karena didorong oleh sikap keras ayahnya yang sangat membenci Nabi.

Oleh sebab itu, Ikrimah turut memusuhi Rasulullah dan menganiaya para sahabat dengan kejam dan bengis, semata-mata untuk menyenangkan hati ayahnya.

Sejak kematian ayahnya dalam Perang Badar, sikap dan pandangan Ikrimah terhadap kaum Muslimin berubah. Kalau dulu ia memusuhi kaum Muslimin untuk menyenangkan hati ayahnya, kini ia memusuhi kaum Muslimin karena dendam atas kematian ayahnya. Dendam itu ia lampiaskan dalam Perang Uhud.

Ketika Perang Khandaq meletus, kaum musyrikin Quraisy mengepung kota Madinah selama berhari-hari. Ikrimah bin Abu Jahal tak sabar dengan pengepungan yang membosankan itu.

Lalu, ia nekad menyerbu benteng kaum Muslimin. Usahanya sia-sia, bahkan merugikannya hingga ia lari terbirit-birit di bawah hujan panah kaum Muslimin.

Ketika Fathu Makkah (penaklukan kota Makkah), kaum Quraisy memutuskan tidak akan menghalangi Rasulullah dan kaum Muslimin masuk kota Makkah. Tapi Ikrimah dan beberapa orang pengikutnya tak mengindahkan keputusan itu.

Mereka menyerang pasukan besar kaum Muslimin. Namun, serangan itu dapat dipatahkan oleh Panglima Khalid bin Walid. Ikrimah melarikan diri ke Yaman lantaran takut dihukum mati oleh Rasulullah.

Ummu Hakim, istri Ikrimah, menemui Rasulullah untuk meminta ampunan. Rasulullah memenuhi permohonan itu. Maka Ummu Hakim pun berangkat menyusul Ikrimah.

Setelah bertemu dengan Ikrimah di tempat pengasingannya, Ummu Hakim membujuk suaminya agar mau kembali ke Makkah. Ummu Hakim juga mengabarkan bahwa Rasulullah telah mengampuni dan memaafkannya.

Ketika Ikrimah dan istrinya hampir tiba di kota Makkah, Rasulullah berkata kepada para sahabat, "Ikrimah bin Abu Jahal akan datang ke tengah-tengah kalian sebagai Mukmin dan Muhajir. Karena itu, janganlah kalian memaki ayahnya. Sebab memaki orang yang sudah meninggal berarti menyakiti orang yang hidup. Padahal makian itu tidak terdengar oleh orang yang sudah meninggal."

Ketika Ikrimah dan istrinya memasuki majelis Rasulullah, beliau menyambutnya dengan gembira. Ketika Rasulullah duduk kembali, Ikrimah duduk pula di hadapan beliau dan mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai tanda keislamannya.

Setelah itu, Ikrimah memohon kepada Rasulullah untuk mendoakannya agar Allah mengampuni dosa-dosa dan kesalahannya yang telah lalu. Rasulullah pun memenuhi permintaan Ikrimah itu.

Maka wajah Ikrimah pun berseri-seri. Kemudian ia berkata, "Demi Allah, ya Rasulullah. Tak satu sen pun dana yang telah saya keluarkan untuk memberantas agama Allah di masa lalu, melainkan mulai saat ini akan saya tebus dengan dengan mengorbankan hartaku berlipat ganda untuk menegakkan agama Allah. Dan tak seorang pun kaum Muslimin yang telah gugur di tanganku, melainkan akan kutebus dengan membunuh kaum musyrikin berlipat ganda, demi untuk menegakkan agama Allah."

Sejak itu, Ikrimah menggabungkan diri ke dalam barisan dakwah sebagai anggota pasukan berkuda yang cekatan dan gagah berani di medan perang. Disamping itu, Ikrimah juga menjadi seorang ahli ibadah dan pembaca Alquran yang tekun di masjid.

Ketika terjadi Perang Yarmuk, Ikrimah maju berperang seperti kesetanan. Melihat tindakan nekat itu, Khalid bin Walid, yang menjadi panglima pasukan segera mengejar, "Ikrimah, kamu jangan bodoh! Kembali! Kematianmu adalah kerugian besar bagi kaum Muslimin."

Namun Ikrimah tidak mempedulikan peringatan tersebut. "Biarkan saja, ya Khalid. Biarkan aku menebus dosa-dosaku yang telah lalu. Aku telah memerangi Rasulullah di beberapa medan peperangan. Pantaskah setelah masuk Islam, aku lari dari tentara Romawi ini? Tidak, sesekali tidak!" Kemudian dia berteriak, "Siapakah yang berani mati bersamaku?"

Beberapa orang segera melompat ke samping Ikrimah, kemudian menerjang ke depan, menghalau pasukan lawan yang terus maju. Akhirnya, walau korban berjatuhan, mereka berhasil memukul mundur pasukan Romawi dengan kemenangan yang gemilang.

Di akhir pertempuran, di bumi Yarmuk berjejer tiga mujahid Muslim yang terkapar dalam keadaan kritis. Mereka menderita luka yang sangat parah; Al-Harits bin Hisyam, Ayyasy bin Abi Rabi'ah dan Ikrimah bin Abu Jahal.

Al-Harits meminta air minum. Ketika air didekatkan ke mulutnya, ia melihat Ikrimah dalam keadaan seperti yang ia alami. "Berikan dulu kepada Ikrimah," kata Al-Harits.

Ketika air didekatkan ke mulut Ikrimah, ia melihat Ayyasy menengok kepadanya. "Berikan dulu kepada Ayyasy!" ujarnya.

Ketika air minum didekatkan ke mulut Ayyasy, dia telah meninggal. Orang yang memberikan air minum segera kembali ke hadapan Harits dan Ikrimah, namun keduanya pun telah meninggal pula.

REPUBLIKA.CO.ID,

35 NASEHAT IBRAHIM AL MAHMUD Untuk Pemuda Akhir Zaman



1.       Pelihara perintah Allah.
2.       Bergaul dengan orang yang suka kebajikan.
3.       Hindari duduk di tempat maksiat.
4.       Takutlah kepada murka Allah.
5.       Cintai saudaramu yang mencintai dirimu.
6.       Menyendiri itu lebih baik daripada berteman dengan orang jahat.
7.       Perbaiki cacat dirimu sebelum datang cacat yang lain.
8.       Tidurlah sebelum larut malam dan bangun subuh.
9.       Merendah diri kepada Allah.
10.   Hindari mengumpat dan menfitnah.
11.   Diam itu mutiara.
12.   Seseorang itu akan dikumpulkan bersama orang yang dicintainya.
13.   Orang yang menyesali dosa-dosanya seperti orang yang tidak berdosa sama sekali.
14.   Jangan berpura-pura sopan kepada Allah.
15.   Jangan memandang kecil suatu dosa.
16.   Jangan meremehkan waktu dari usiamu untuk berbuat maksiat kepada Allah.
17.   Tidak baik suatu kenikmatan yang kesudahnya adalah neraka.
18.   Jangan mengeraskan suaramu di atas keperluannya sebab orang yang demikian termasuk orang yang beradab jelek.
19.   Jangan berbuat ikut-ikutan kecuali kamu tidak mengetahuinya dan jangan sampai kamu menjadi orang yang menyesal di kemudian hari.
20.   Jangan bermuka dua memandang sekelompok orang dengan satu muka dan memandang yang lain dengan muka yang lain.
21.   Jangan meremehkan orang lain karena sesungguhnya tidak ada kemuliaan selain ketakwaan.
22.   Hindarilah hal-hal yang tidak berguna dan bertentangan dengan agama.
23.   Laksanakan agamamu sekuat tenagamu.
24.   Takutlah menghina orang-orang Soleh.
25.   Hiduplah dengan sederhana, kalaupun mewah tetaplah wajar.
26.   Berbuat baiklah kepada kedua orang tuamu dan doakan agar memperoleh rahmat Allah.
27.   Takutlah berfoya-foya dengan wanita karena agama melarangnya.
28.   Hormatilah yang lebih tua dan yang lebih besar serta kasihanilah yang muda dan lebih kecil.
29.   Banyak-banyaklah berdoa agar umat Islam memperoleh pertolongan Allah dan mendapat kemuliaan.
30.   Tinggalkan film-film keji musik-musik yang mengotorkan hati serta bacaan-bacaan yang menjerumuskan, juga siaran-siaran yang meragukan Islam.
31.   Cepat-cepatlah menikah.
32.   Aktiflah mengunjungi ceramah dan dakwah islam.
33.   Kerjakan sholat jangan mengabaikannya dan mengakhiri waktunya.
34.   Dengarkanlah audio vidio dakwah islam.
35.  Banyak-banyaklah membaca buku tentang Islam.

TIPS MENJADI PEMUDA ISTIQOMAH DI AKHIR ZAMAN
1.       Shalat berjamaah di masjid
2.       Jauhi teman yang jahat
3.       Hindari menonton film yang mengumbar nafsu dan mendengar musik yang sia-sia
4.       Perbanyak tilawah al Quran
5.       Perbanyak mohon petunjuk kepada Allah
6.       Sering mendengarkan tausiah atau ceramah
7.       Bergaul dengan orang yang soleh
8.       Berbakti kepada kedua orang tua
9.       Berjamaah dalam melakukan ketaatan dan ibadah

PENYEBAB KENAKALAN REMAJA


Setiap manusia beriman memiliki fitrah dan kecenderungan untuk menjadi orang baik. Hati yang bersih tidak menyukai kejahatan. Bila dia melakukan sesuatu yang bertentangan dengan fitrah itu [kejahatan] hatinya akan resah, gelisah dan mengalami konflik batin. Karena hatinya menyuruh melakukan kebenaran, namun dia melakukan hal sebaliknya.

Namun kenapa masih banyak orang yang melakukan kejahatan, khususnya di kalangan pemuda? Ibrahim al Mahmud dalam bukunya waqafat ma’asy syabab menuliskan beberapa penyebab timbulnya kenakalan remaja.

1.       Menganggur.
2.       Hubungan yang kurang harmonis dengan orang tua [Broken home].
3.       Membaca buku yang merusak moral.
4.       Menonton film yang tidak baik.
5.       Pandangan bahwa islam menghambat kebebasan.
6.       Kurang menganggap penting ilmu dan pendidikan.
7.       Berteman dengan orang jahat.

Khusus untuk point terakhir akan kita bahas lebih mendalam. Karena inilah yang banyak menyebabkan orang tergelincir. Karena seseorang dibentuk oleh teman dan lingkungannya. Lalu Siapa sih orang yang jahat itu? Orang jahat adalah orang yang menginginkan anda hancur, sengsara dan tenggelam dalam kemaksiatan. Bila kita mengikuti mereka maka hal itu akan menjadi penyesalan bagi kita di akhirat nanti.

Allah berfirman dalam al Quran, “Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: "Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul" Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia [QS. 25:27].

Rasulpun pernah bersabda, “Sesungguhnya seseorang itu mengikuti agama temannya. Karena itu hendaklah kamu memperhatikan orang yang hendak kamu jadikan teman. [HR Abu Daud, Tirmidzi, Ahmad, dan Al Hakim]

Seorang penyair berkata, “Jangan kamu bertanya seseorang itu keturunan siapa karena pada umumnya seseorang itu mengikuti temannya.”

Oleh karena itu, cepatlah menjauh dari orang yang jahat sebelum kita mati dan menyesal di akhirat nanti.

KENAKALAN DI KALANGAN PEMUDA


Kerusakan di masyarakat salah satunya disumbang oleh kenakalan remaja dan pemuda. Berikut akan dipaparkan beberapa kenakalan yang sering dilakukan akhir-akhir ini. Tujuannya agar kita paham dan bisa menghindarinya.

1.       Suka menunda dan meninggalkan shalat
Hal ini disebabkan oleh kesibukan dunia yang dianggap lebih penting dari shalat. Seperti, nonton film, permainan, bekerja, bisnis dan berbagai kegiatan lainnya. Padahal Allah sudah mengingatkan dalam al Quran, “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat. Yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya.” [QS. 107:4-5]

2.       Durhaka kepada orang tua
Banyak ayat-ayat al Quran yang menerangkan tentang durhaka kepada orang tua. Diantaranya, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” [QS. 17:23]

Disamping itu juga ada hadist yang membahas tentang hal ini. Yaitu, “Maukah aku beritahukan kepadamu sebesar-besar dosa yang paling besar, tiga kali (beliau ulangi). Sahabat berkata, ‘Baiklah, ya Rasulullah’, bersabda Nabi. “Menyekutukan Allah, dan durhaka kepada kedua orang tua…” [HR Bukhari Muslim]
  
3.       Tawuran antar pemuda
Tawuran sangat dilarang dalam Islam. Karena Islam mengajarkan umatnya untuk saling berkasing sayang dan bersaudara. “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat [QS. 49:10].

Rasulullah juga menyampaikan dalam hadistnya, dari Anas r.a., bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda: "Janganlah engkau semua saling benci-membenci, saling dengki-mendengki, saling belakang-membelakangi dan saling putus-memutuskan ikatan persahabatan atau kekeluargaan dan jadilah engkau semua hai hamba-hamba Allah sebagai saudara-saudara. Tidaklah halal bagi seseorang Muslim kalau ia meninggalkan yakni tidak menyapa saudaranya lebih dari tiga hari." (Muttafaq 'alaih)

4.       Menyia-nyiakan waktu
Waktu adalah modal hidup yang utama. Oleh karena itu jangan disia-siakan. Allah mengingatkan dalam ayatnya, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat-menasihati untuk kebenaran dan nasihat-menasihati untuk kesabaran.” (QS. 103: 1-3)

Di dalam hadist rasulullah juga terdapat peringatan tentang pentingnya waktu. “Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam pada hari Kiamat nanti dari sisi Rabb-nya sampai ditanya tentang lima perkara: (1) tentang umurnya untuk apa dia habiskan, (2) tentang masa mudanya untuk apa dia gunakan, (3) tentang hartanya dari mana dia dapatkan, dan (4) untuk apa dia belanjakan, (5) tentang apa yang dia amalkan setelah mengetahui ilmunya.” (Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah hadis no. 946)

5.       Jalan-jalan ke berbagai tempat untuk memuaskan nafsu.
Di dalam al Quran terdapat ayat-ayat yang mengingatkan kita agar tidak Memperturutkan hawa nafsu dan menjadikannya sebagai Tuhan. “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? [QS. 45:23]

Di ayat lain Allah berfirman, “Katakanlah: ‘Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus". [QS. 5:77]

6.       Perilaku menyimpang [LGBT]
Lesbian, gay, biseks dan transgender [LGBT] merupakan perilaku menyimpang yang marak di kalangan pemuda. Perbuatan hina ini mengakibatkan berbagai penyakit dan kerusakan mental, baik bagi pelaku maupun korbannya.

Allah sendiri telah melaknat perbuatan ini. “Dan (Kami juga telah mengutus Nabi) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kalian mengerjakan perbuatan yang sangat hina itu, yang belum pernah dilakukan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelum kalian?” Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kalian ini adalah kaum yang melampaui batas. [QS. 7: 80-81].

Lantaran perilakunya itu Allah menghukun mereka. “Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu. [QS. 7: 84].
7.       Nyanyian dan musik
Allah Swt berfirman, “Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” [QS. 31:6]

Menurut penafsiran Ibnu Mas’ud, “perkataan yang tidak berguna” dalam ayat ini berarti nyanyian dan alat musik. Oleh karena itu nyanyian dan musik yang melalaikan serta mendorong orang untuk berbuat jahat termasuk diantara kenakalan pemuda.

8.       Merokok
 Merokok adalah tindakan yang membinaskan diri dan bisa membunuh seseorang. Begitu peringatan dari pemerintah yang tercantum di setiap bungkus rokok dan iklan-iklan rokok. Tulisan ini tentu bukan asal kutip tapi berdasarkan hasil penelitian yang mendalam dari para pakar kesehatan.  

Oleh karena itu, rokok dilarang oleh Allah karena menjatuhkan diri pada kebinasaan. Sebagaimana firman-Nya, “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan“. (QS. 2: 195).

9.       Mabuk mabukan
Tidak sedikit ayat yang melarang mabuk-mabukan, diantaranya.
Pertama, “Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah, ‘Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya’. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah, ‘Yang lebih dari keperluan.’ Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu berfikir.” [QS. 2: 219]

Kedua, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendekati shalat padahal kamu sedang mabuk sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan.” [QS. 4: 43]

Ketiga, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaithan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaithan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu lantaran (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). [QS. 5: 90-91]

10.   Narkoba
Narkoba bisa merusak jaringan otak. Oleh karena itu Allah mengharamkan penggunaannya. Hal ini dijelaskan Allah dalam ayat, “(Yaitu) orang-orang yang mengikut rosul, Nabi yang Ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka Itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. 7:157)

TIPE PEMUDA AKHIR ZAMAN


Sebagai populasi terbesar dalam Islam, pemuda memegang peranan penting dalam menentukan kondisi umat. Kalau pemudanya baik maka baiklah umat. Kalau pemudanya jelek maka jelek juga umatnya. Lalu seperti apakah tipe-tipe pemuda yang mewarnai kondisi umat di akhir zaman ini?

1.       Pemuda yang taat dan mengajak kepada ketaatan.
Inilah tipe pemuda calon ahli surga. Merekalah pemuda dambaan umat dan ujung tombak kebangkitan Islam. Ciri-cirinya : terdidik dengan baik, tahu kebenaran dan meyakininya, tidak mau baik sendirian tapi juga mengajak orang lain dan aktif memelopori kegiatan kemaslahatan umat [pengajian dan kegiatan sosial].

2.       Pemuda yang cenderung pada ketaatan
Inilah tipe orang kebanyakan. Yaitu pemuda yang hatinya cenderung kepada kebaikan dan berusaha mengikuti setiap ada kegiatan positif. Namun dia belum sanggup mengajak orang lain. Dalam sebuah kegiatan pengajian dia memilih sebagai jamaah saja bukan sebagai panitianya.

3.       Pemuda yang jahat dan mengajak pada kejahatan.
Inilah tipe pemuda yang jahat. Mereka kurang mendapatkan pendidikan agama di keluarga. Bahkan tidak sedikit orang tuanya yang bercerai. akibatnya mereka berontak dan kecewa. Untuk pelampiasannya mereka melakukan hal-hal negatif dan memperturutkan hawa nafsu semata. Bahkan dia juga mengajak orang lain pada kejahatan. Sehingga secara tidak langsung mereka sudah menjadi wakil setan di bumi.

Oleh karena itu Allah mengajarkan doa agar hati tidak condong pada kejahatan. "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)" [QS.3:8]. Jadi ketika hati kita condong pada kebaikan itu semata karena pertolongan Allah. “Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati)mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka.” [QS.17:74]

4.       Pemuda yang cenderung pada kejahatan.
Pemuda tipe ini cenderung pada hal-hal yang negatif. Mereka adalah penikmat acara sia-sia dan melalaikan. Namun dia hanya sebagai pengikut, bukan penggerak. Inilah yang banyak jumlahnya. Tipe pemuda ini masih berpeluang untuk tobat dan didakwahi.

Mereka melakukan kejahatan karena kalah dengan bisikan setan. “Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.” [QS. 2:268]

5.       Pemuda yang labil.
Pemuda tipe ini sangat tergantung pada pengaruh lingkungan. Kalau lingkungannya positif dia akan terbawa positif. Kalau negatif maka dia akan terbawa negatif. Biasanya usia smp, sma dan mahasiswa yang jumlahnya sangat banyak. Mereka masih mencari jati diri namun kurang mendapatkan bimbingan. Tipe pemuda inilah yang harus menjadi sasaran dakwah. Namun untuk mendakwahinya butuh pendekatan berbeda.
  
Setiap tipe pemuda di atas berpeluang menjadi baik. Tidak jarang pemuda yang pernah terjerumus dalam kemaksiatan, lebih kuat keislamannya setelah bertobat. Oleh karena itu jangan pernah meremehkan siapapun.

14 May 2018

PROBLEM PEMUDA ISLAM DAN PENYEBABNYA


Setengah dari populasi umat Islam di dunia adalah Pemuda. Hal ini diketahui dari survei yang dilakukan oleh Wei Dedong, seorang profesor studi Buddhis di Sekolah Tinggi Filsafat di Renmin University of China tahun 2015. Beliau menemukan bahwa 22.4% dari populasi umat Islam berusia di bawah 30 tahun. Sehingga dia berkesimpulan bahwa Islam memiliki jumlah pengikut tertinggi dari kalangan kaum muda dan cenderung memiliki demografis yang lebih muda.

Sebagaimana kita ketahui pemuda adalah masa depan umat. Mereka memiliki semangat, kemauan, rasa ingin tahu yang besar dan kamampuan menyerap nilai-nilai kebaikan. Namun di sisi lain pemuda juga mudah menyerap nilai-nilai kejahatan.

Pemuda sangat ditentukan oleh pengaruh yang datang kepadanya. Kalau pengaruhnya positif maka dia akan menjadi baik, kalau pengaruhnya negatif maka dia akan menjadi jahat. Oleh karena itu, semuanya terpulang kepada pengaruh yang dominan dalam dirinya.

Oleh karena itu kalau kita ingin memperbaiki umat dan masa depan Islam, berikan lingkungan yang positif kepada generasi muda. Kelilingi mereka dengan hal-hal yang positif agar menjadi generasi yang berkualitas.

Pemuda Islam memegang peranan penting dalam kehidupan. Merekalah yang mewarnai aktivitas masyarakat dan umat. Apabila pemudanya baik maka baik pula masyarakatnya. Sebaliknya bila pemudanya buruk maka akan buruklah masyarakatnya. Untuk itu ada baiknya kita memahami apa saja permasalahan anak muda agar kita dapat mengatasi dan mencarikan solusinya.

1] Arus Besar Musuh Islam
Musuh Islam tidak henti-hentinya menghancurkan pemuda Islam dengan berbagai cara. Mereka menghantam hati generasi muda dengan mengumbar nafsu syahwatnya. Salah satunya dengan menyebarkan budaya sekuler lewat media televisi, internet, buku, majalah dan berbagai media lainnya.

Hal itu jelas akan meracuni mental pemuda Islam. Karena tidak semua pemuda bisa memilah informasi yang benar dan yang salah. Tayangan-tayangan di berbagai media itu menawari kenikmatan nafsu sesaat. Hal itu membuat generasi muda lalai dan larut dalam pemuasan hawa nafsu sehingga lupa tujuan hidup yang hakiki.

Tidak aneh bila saat ini banyak generasi muda Islam yang mengikuti gaya hidup sekuler yang bertentangan dengan Islam. Hal ini disebabkan karena lemahnya pemahaman Islam generasi muda.

Perang pemikiran [gazwul fikri] itu dilancarakan antara lain lewat iklan-iklan yang bertebaran dimana-mana. Pemuda yang mudah terpengaruh dengan perang pemikiran itu adalah yang hatinya kosong dari ajaran Islam.

Penyelewengan dan Penyimpangan Pemikiran
Hal ini dilancarkan lewat perang pemikiran [gazwul fikri] melalui berbagai media masa yang notabene dikuasai oleh mereka. Walaupun ada informasi yang bermanfaat tapi secara dominan lebih banyak yang negatifnya.

Terbukanya Peluang Untuk Mendapatkan Beasiswa
Tidak sedikit mahasiswa Islam yang mendapat beasiswa untuk kuliah di barat. Namun sebagian dari alur pemikirannya berubah menjadi kebarat-baratan. Malah mereka menjadi pendukung setia program orang kafir. Ketika kembali ke negaranya mereka menularkan pemikirannya yang sudah diracuni oleh barat.

Meluasnya Kebodobahan
Sebagian pemuda Islam tidak belajar dengan serius dan menganggap ilmu agama tidak penting. Mereka hanya mempelajarinya di sela-sela pelajaran umum. Akibatnya ilmu yang didapat tidak utuh. Apalagi kalau referensi buku Islamnya didapat dari tulisan para orientalis. Bisa jadi dia akan mendapatkan pemahaman yang salah tentang Islam.

Solusi untuk permasalahan di atas adalah dengan pembenahan kurikulum pendidikan Islam agar merujuk kepada sumber aslinya yaitu al Quran dan hadis, Mengadakan diskusi rutin antar generasi muda dan ulama yang komitmen terhadap Islam, menyeleksi setiap tawaran beasiswa ke negeri barat serta mendukung media cetak dan televisi yang pro Islam.

10 April 2018

35 NASEHAT IBRAHIM AL MAHMUD Untuk Pemuda Akhir Zaman






1.       Pelihara perintah Allah
2.       Bergaul dengan orang yang suka kebajikan
3.       Hindari duduk di tempat maksiat
4.       Takutlah kepada murka Allah
5.       Cintai saudaramu yang mencintai dirimu
6.       Menyendiri itu lebih baik daripada berteman dengan orang jahat
7.       Perbaiki cacat dirimu sebelum datang cacat yang lain
8.       Tidurlah sebelum larut malam dan bangun subuh
9.       Merendah diri kepada Allah
10.   Hindari mengumpat dan menfitnah
11.   Diam itu mutiara
12.   Seseorang itu akan dikumpulkan bersama orang yang dicintainya
13.   Orang yang menyesali dosa-dosanya seperti orang yang tidak berdosa sama sekali
14.   Jangan berpura-pura sopan kepada Allah
15.   Jangan memandang kecil suatu dosa
16.   Jangan meremehkan waktu dari usiamu untuk berbuat maksiat kepada Allah
17.   Tidak baik suatu kenikmatan yang kesudahnya adalah neraka
18.   Jangan mengeraskan suaramu di atas keperluannya sebab orang yang demikian termasuk orang yang beradab jelek
19.   Jangan berbuat ikut-ikutan kecuali kamu tidak mengetahuinya dan jangan sampai kamu menjadi orang yang menyesal di kemudian hari
20.   Jangan bermuka dua memandang sekelompok orang dengan satu muka dan memandang yang lain dengan muka yang lain
21.   Jangan meremehkan orang lain karena sesungguhnya tidak ada kemuliaan selain ketakwaan
22.   Hindarilah hal-hal yang tidak berguna dan bertentangan dengan agama
23.   Laksanakan agamamu sekuat tenagamu
24.   Takutlah menghina orang-orang Soleh
25.   Hiduplah dengan sederhana, kalaupun mewah tetaplah wajar
26.   Berbuat baiklah kepada kedua orang tuamu dan doakan agar memperoleh rahmat Allah
27.   Takutlah berfoya-foya dengan wanita karena agama melarangnya
28.   Hormatilah yang lebih tua dan yang lebih besar serta kasihanilah yang muda dan lebih kecil
29.   Banyak-banyaklah berdoa agar umat Islam memperoleh pertolongan Allah dan mendapat kemuliaan
30.   Tinggalkan film-film keji musik-musik yang mengotorkan hati serta bacaan-bacaan yang menjerumuskan, juga siaran-siaran yang meragukan Islam
31.   Cepat-cepatlah menikah
32.   Aktiflah mengunjungi ceramah dan dakwah islam
33.   Kerjakan sholat jangan mengabaikannya dan mengakhiri waktunya
34.   Dengarkanlah audio vidio dakwah islam
35.  Banyak-banyaklah membaca buku tentang Islam