07 January 2012

Shalat, zakat, dan tepat waktu



Shalat pada hakikatnya adalah kunci kesuksesan dan kebahagiaan. Ini dapat kita maknai dari panggilan muazin ketika akan shalat yang berbunyi “hayya alal falah” (mari meraih kemenangan dan kebahagiaan). Artinya dengan shalat kita akan meraih kebahagiaan.
Uniknya, banyak ayat-ayat tentang shalat dalam al Quran yang disandingkan dengan perintah zakat. Hal ini bisa jadi menunjukkan bahwa orang yang mengerjakan shalat dengan benar, selain akan mendapatkan kemenangan dan kebahagiaan juga akan diberi karunia rezeki yang melimpah oleh Allah. Oleh sebab itulah dia disuruh berzakat dan membantu orang lain setelah selesai shalat.
Namun, kenapa masih banyak orang yang rajin shalat tapi tetap miskin dan menjadi langganan penerima zakat tiap tahun? Bisa jadi ikhtiarnya belum maksimal atau mereka belum paham dengan perintah shalat yang sesungguhnya. Karena kalau mengerti niscaya dia tidak akan meminta-minta. Justru sebaliknya, dia akan berusaha mencari rezeki untuk berzakat dan sedekah.  
Lihat saja salah satu firman Allah tentang shalat berikut ini. ”Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: "Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada bari itu tidak ada jual beli dan persahabatan.” (QS.14:31) Dari ayat di atas terlihat bahwa setelah shalat kita disuruh untuk menafkahkan sebagian rezeki, bukan malah meminta sedekah.
Kalau ada orang yang hanya melaksanakan shalat saja tanpa diikuti dengan keinginan untuk menafkah sebagian rezekinya, berarti dia belum kaffah dalam menjalankan perintah Allah. Dia memandang ibadah itu sepotong-sepotong dan hanya dari sisi ibadah ritual saja.
Bahkan di ayat lain kita justru disuruh bertebaran di muka bumi mencari karunia Allah setelah melaksanakan shalat. “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS.62:10)
Jelaslah bahwa kita diperintahkan untuk berusaha dan bekerja. Tentunya bukan untuk kepentingan kita saja tapi juga untuk membantu orang lain seperti berinfak, zakat, dan sedekah. Inilah tipe ahli shalat; orang kaya yang suka memberi.
Allah pun berjanji akan memberikan pahala atas shalat yang kita lakukan dengan menganugerahkan surga Firdaus. “Orang-orang yang memelihara sembahyangnya akan mewarisi syurga Firdaus dan mereka kekal di dalamnya.” (QS. 23:9-11).
Namun sebaliknya, kalau kita meninggalkan shalat tentu akan mendatangkan sangsi yang setimpal pula. "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?" Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak Termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat.” (QS. 74:42-43)
Lalu bagimana caranya agar istiqomah dalam menjalankan shalat dan mendatangkan kemudahan  rezeki? Salah satu kiatnya adalah dengan membiasakan shalat berjamaah di mesjid. Karena setiap azan berkumandang kita tentu akan segera menuju masjid. Tidak mungkin kita menunda-nunda karena akan kehilangan shalat berjamaah.
Banyak sekali keutamaan shalat di awal waktu. Diantaranya akan mendapatkan saat yang mustajab untuk berdoa. Misalnya diantara waktu azan dan iqamah. Kalau kita berdoa pada waktu itu maka insya Allah akan dikabukan. “Doa tidak ditolak antara azan dan iqamah.”(HR Abu Daud, at Tirmidzi, al Baihaqi)

Dengan shalat di awal waktu kita juga akan meraih hakikat shalat yang sesungguhnya. Sebagaimana yang dikemukakan oleh K.H. Zamri Khadimullah: shalat adalah perjuangan mencapai kebahagian. Diawali dengan mengagungkan Allah lalu dijalani secara istiqomah dalam menghadapi berbagai keadaan. Mulai dari berdiri, ruku, sujud, tersungkur, berdiri lagi, tersungkur lagi sampai akhirnya mendapatkan keselamatan. Bahkan menyelamatkan orang yang berada di sisi kiri dan kanannya.
Oleh karena itu, mari kita berusaha untuk melaksanakan ibadah yang agung ini dengan sebaik-baiknya. Jangan menunda-nunda karena tidak ada yang tahu berapa lagi sisa usia kita. Insya Allah dengan shalat yang berkualitas dan tepat waktu akan mendatangkan kebahagiaan dan limpahan karunia Allah. Amin. Wallahua’lam. ***

No comments:

Post a Comment