02 May 2018

SUMBER KEKUATAN PEMIMPIN


Pemimpin adalah orang yang bisa mempengaruhi orang lain. Dia memiliki kekuatan kepribadian yang ia gunakan untuk mengelola organisasinya untuk mencapai tujuan tertentu. Orang lainpun dengan sukarela mengikutinya karena memang dia memiliki kelebihan tertentu dan pantas untuk diikuti. Lalu apa saja kekuatan seorang pemimpin yang membuat orang mau mengikutinya?

Pertama, expert power (Kekuatan keahlian)
Seseorang berpeluang diangkat sebagai pemimpin apabila dia memiliki keahlian dan pengetahuan yang melebihi orang lain. Dengan pengetahuannya dia bisa mempengaruhi oran lain untuk melakukan apa yang dia inginkan. Contohnya seorang yang memiliki pengetahuan agama lebih dari orang lain sehingga dia bisa menjadi pemimpin agama (ustad).

Kedua, position power (kekuatan jabatan)
Kekuatan yang dimiliki oleh seseorang karena memiliki otoritas atau jabatan yang diakui oleh organisasi dan masyarakat. Seperti direktur sebuah perusahaan. Dia mendapatkan jabatan dari pemegang saham sehingga dia bisa menjadi pemimpin dalam menjalankan sebuah usaha.

Ketiga, reward power (kekuatan penghargaan)
Seseorang  yang bisa memberikan reward (penghargaan) buat orang lain  maka dia berpeluang menjadi pemimpin. Dia akan memiliki pengaruh terhadap orang lain. Contoh orang kaya yang sering memberikan bantuan (sedekah) kepada warga sekitarnya berpeluang jadi pemimpin di daerahnya.

Keempat. Coercive power (kekuatan paksaan)
Seseorang yang memiliki wewenang untuk memaksa orang lain melakukan sesuatu. Contohnya polisi yang bisa menindak orang yang melakukan pelanggaran. Dia memiliki hukum yang harus ditaati oleh orang lain.

Kelima, referent power (kekuatan rujukan)
Orang yang memiliki kekuatan karena menjadi rujukan orang lain. Semakin bergantung orang lain kepadanya semakin kuat kepemimpinannya. Ketika seorang berperilaku baik maka dia akan menjadi rujukan orang lain dan orang akan mengikutinya. Contohnya tokoh masyarakat yang dihargai karena kepribadiannya berpeluang menjadi pemimpin masyarakat.
sumber : www. gmpjconsulting.com

KUNCI MEMBANGUN PEMIMPIN EFEKTIF


Secara konsep, pemimpin adalah pembentuk visi dan misi organisasi. Dia memegang peranan penting dalam menggerakkan dan mendelegasikan berbagai aktivitas. Dalam mewujudkan misi dan visinya dia dibantu oleh tim dan anggotanya. 

Pemimpin mampu merumuskan, mewujudkan dan menerjemahkan visi anggota. Dia memberi kesempatan kepada anggota untuk bersama-sama meraih visi misi yang sudah ditetapkan.

Disamping itu pemimpin juga menyatukan berbagai potensi dan kemampuan anggotanya. Kemudian bekerja bersama-sama meraih tujuan yang sudah ditetapkan.

Untuk menjadi seorang pemimpin yang efektif yang memiliki keterampilan di atas maka seseorang  harus memiliki Karakter-karakter sebagai berikut :

Pertama, menggerakkan.
Pemimpin adalah orang yang menginspirasi dan menggerakkan anggotanya untuk meraih tujuan yang sudah ditetapkan. 

Kedua, hasrat untuk memimpin.
Seorang pemimpin memiliki hasrat dan keinginan untuk memimpin orang lain. Dia mempengaruhi orang untuk melakukan sesuatu yang dianggapnya penting buat organisasi. Untuk itu dia bersedia memikul tanggungjawab sebagai pemimpin dengan segala resikonya.

Ketiga, integritas.
Seorang pemimpin adalah orang yang memiliki integritas moral, kepribadian yang kokoh dan bisa menjadi teladan bagi orang lain.

Keempat percaya diri.
Pemimpin adalah seorang yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi.  Dia bisa menularkan rasa percaya dirinya kepada orang lain. Dengan kepercayaan dirilah cita-cita organisasi bisa tercapai.

Kelima, intelegensi.
Seorang pemimpin adalah orang yang memiliki kecerdasan lebih dibanding anggotanya. Dia mampu mengelola berbagai informasi dan mengambil keputusan dengan tepat untuk kemajuan organisasi.

Keenam, memiliki pengetahuan yang relevan.
Seorang pemimpin sebaiknya memiliki pengetahuan yang relevan dengan organisasi yang dia geluti. Kalau dia memimpin organisasi bisnis maka sebaiknya dia memiliki latarbelakang pengetahuan dalam bidang bisnis baik secara formal maupun informal.

Oleh karena itu untuk menjadi pemimpin yang sukses dibutuhkan keterampilan-keterampilan di atas. Namun tentu semuanya membutuhkan waktu dan berproses. Perjalanan waktulah yang akan menjawab apakah seorang pemimpin sudah berjuang maksimal atau belum.

Sebagai ujung tombak organisasi maka sudah sepantasnya seorang pemimpin menguasai keterampilan di atas. Tanpa itu sulit bagi pemimpin menjadi orang yang akan membawa organisasinya pada kemajuan.
Sumber : www. rajapresentasi.com

LANGKAH LANGKAH MENJADI PEMIMPIN YANG EFEKTIF


Kepemimpinan adalah sebuah seni yang bisa dipelajari Sebagaimana halnya mempelajari seni lukis, seni patung dan seni lainnya. Namun untuk menguasainya tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Dibutuhkan waktu, perjuangan dan kerja keras sebagaimana waktu untuk menjadi seorang seniman yang hebat.

Disamping itu, untuk menjadi pemimpin tidak cukup dengan keterampilan teknis, tapi juga harus didukung oleh keterampilan intrapersonal [kepribadian]. Pada akhirnya semua ini akan melahirkan pemimpin yang efektif. Lalu bagaimana langkah-langkahnya agar bisa menjadi pemimpin yang efektif?

Pertama, mengakui (Recognize)
Kepemimpinan adalah sesuatu yang terus berkembang dan bergerak dinamis. Oleh karena itu seorang pemimpin harus terus belajar dan mengembangkan diri. Seperti lewat buku-buku, pelatihan maupun lewat internet. Jadi seorang pemimpin harus menjadi seorang pembelajar seumur hidup.

Kedua, menyadari (Realize)
Seorang pemimpin harus sadar bahwa dia tidak akan sukses tanpa menjalin relasi dengan orang lain. Semua itu harus berawal dari kepedulian kepada anggota dan orang lain. Pemimpin yang baik sadar bahwa dia adalah pelayan bagi pengikutnya, bukan orang yang akan mengambil kentungan dari anggotanya.

Ketiga, mengingat [Remember]
Seorang pemimpin sadar bahwa dia akan diperlakukan sebagaimana dia memperlakukan orang lain. Ibarat sebuah gema ketika berteriak di sebuah gua, suara kita akan kembali kepada kita. Oleh karena itu pemimpin harus hati-hati dalam bertindak karena setiap perilakunya akan dilihat dan bisa jadi ditiru oleh anggotanya.

Keempat, meniru[Replicate]
Seorang pemimpin yang rendah hati tidak malu untuk meniru orang lain kalau ada suatu kebaikan. Bahkan dia sengaja belajar dari pemimpin lain untuk memperbaiki organisasinya. Dia belajar dari kesalahan orang lain agar tidak masuk ke lubang yang sama dua kali.

Dia tidak mau trial dan eror karena berdampak kepada anggotanya. Dia meniru yang benar dan meninggalkan yang salah. Hobinya membaca biografi pemimpin-pemimpin sukses guna mempelajari kelebihan serta kekurangannya.

Kelima, menghidupakan kembali [Resurrect]
Pemimpin yang baik adalah seorang motivator yang hebat. Dia bisa membangkitkan semangat anggotanya yang kendor akibat kegagalan, tidak mudah meyalahkan anggotanya bila terjadi kesalahan, memberikan kesempatan kepada anggotanya untuk memperbaiki kesalahan, serta memberikan semangat kepada anggotanya untuk bangkit dan maju.

Keenam, menemukan kembali [Reinvent]
Dalam organisasi terkadang terjadi kejenuhan karena rutinitas yang monoton. Dalam hal ini pemimpin berperan sebagai orang yang membangkitkan kembali semangat anggotanya agar bangkit kembali. Dia bisa menemukan spirit baru untuk menyemangati anggotanya. Terkadang dia berpikir out of the box, berpikir dari luar kebiasaan. Untuk menemukan ide-ide baru dalam  menjalankan organisasi.





01 May 2018

SOFT SKILL SEORANG PEMIMPIN


Salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adalah keterampilan soft skill (intrapersonal). Yang termasuk keterampilan ini antara lain kemampuan negosiasi, diplomasi, adaptasi, membangun semangat dan menjaga hubungan baik dengan orang lain. Tidak jarang keterampilan inilah yang menjadi kunci sukses seorang pemimpin.

Kalau sekadar keterampilan teknis banyak orang yang bisa mempelajarinya. Bahkan persoalan-persoalan teknis akan lebih mudah diselesaikan dengan dukungan keterampilan intrapersonal. Namun sekali lagi keterampilan inilah yang sering diabaikan dan tidak diperhitungkan.

Hal ini disebabkan karena keterampilan ini tidak kasat mata dan sulit diukur. Tapi justru inilah kunci sukses seorang pemimpin. Oleh karena itu wajib bagi seorang pemimpin untuk menguasainya. Untuk itulah berikut akan diuraikan keterampilan soft skill yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin.

Pertama, komunikasi.
Pemimpin akan lebih mudah mengekspresikan dirinya dengan berkomunikasi. Karena dengan komunikasi efektif dia bisa mempengaruhi orang lain ke arah yang lebih baik, menyampaikan ide-ide dan gagasan serta visi masa depan.

Seperti kita ketahui untuk menyampaikan visi dibutuhkan keahlian berkomunikasi dan meyakinkan orang. Keahlian ini bisa dipelajari seperti halnya1 belajar naik sepeda. Kalau setiap hari dilatih lama-kelamaan pasti bisa.

Untuk mengajak orang kepada sesuatu yang sudah terlihat tidak perlu pemimpin. Karena orang bisa melihat langsung tujuannya dan bisa bergerak sendiri. Tapi mengajak orang kepada cita-cita yang belum terlihat dibutuhkan keterampilan berkomunikasi untuk mempengaruhi dan meyakinkan. Makanya seorang pemimpin sangat membutuhkan keterampilan komunikasi.

Kedua, kemampuan bernegosisasi.
Negosiasi adalah keterampilan yang sangat dibutuhkan oleh seorang pemimpin. Karena setiap saat dia bernegosiasi baik dengan teman, keluarga, anggotanya dan orang lain.

Seorang negosiator yang baik adalah orang yang memperhatikan kepentingan orang tanpa mengabaikan kepentingannya. Kepentingan orang dan dirinya bisa berjalan beriringan tanpa ada yang dikalahkan. Sehingga negosiasi yang dilakukan saling menguntungkan kedua belah pihak.

Kemampuan negosisasi sangat ditunjang oleh keahlian berkomunikasi. Orang yang jago komunikasi biasanya juga jago bernegosiasi. Dengan kemampuan bernegosiasi seorang pemimpin bisa mempengaruhi orang lain untuk meraih tujuan organisasi tanpa paksaan.

Ketiga, kemampuan mendelegasikan tugas.
Seorang pemimpin memahami setiap tugas yang diberikan kepada anggotanya. Namun bukan berarti dia harus mengerjakannya sendiri. Karena pemimpin bukan superman yang bisa melakukannya sendiri. Pemimpin yang melakukan semua pekerjaan sendiri tidak akan membuat dia tampak hebat di mata anggotanya.

Pemimpin tidak hanya bertugas untuk menyelesaikan berbagai agenda organisasi, tapi juga mendidik anggotanya menjadi pemimpin. Untuk itu dia harus memiliki kepercayaan kepada anggotanya dengan cara mendelegasikan tugas-tugas organisasi. Tanpa delegasi sebuah organisasi tidak akan bisa mencapai tujuanya.

Keempat, intuitif
Seorang pemimpin harus tahu apakah sebuah visi bisa dicapai dan dapat dijalankan. Dalam hal ini dibutuhkan intuisi yang baik. Intuisi juga dibutuhkan saat mengambil keputusan. Tentunya berdasarkan data-data yang peroleh.

Kelima, pendekatan personal.
Dengan kemampuan ini seorang pemimpin mampu mengenali setiap anggotanya, mengetahui permasalahanya, apa kebutuhannya dan memberikan solusi yang tepat.  Kemudian memobilisasi anggotanya sesuai dengan keahlian dan kemampuan anggotanya masing-masing.

Dengan pendekatan personal pemimpin juga bisa memotivasi anggotanya dan memberikan kritikan yang efektif karena dia memahami anggotanya. Tanpa pendekatan personal terkadang  kritikan bisa membuat karyawan jadi demotivasi  dan pesimis.

Keenam, pemberi solusi.
Terkadang dalam sebuah organisasi ditemukan masalah yang tidak bisa diselesaikan seolah-olah menemui jalan buntu. Disinilah dibutuhkan seorang pemimpin yang memiliki keahlian untuk memberikan solusi yang tepat dan efektif. 

Pemimpin bisa mengelola kelemahan anggota menjadi sebuah kekuatan yang solutif. Jangan sampai ketika anggota menemui jalan buntu, pemimpin ikut ikutan mengalami kebuntuan pikiran sehingga tidak ada solusi.

Namun untuk memiliki semua keahlian itu tentu tidak mudah. Dan tidak semua pemimpin memilikinya. untuk menguasainya pun tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun semakin anda menguasai semua keterampilan di atas maka semakin efektiflah kepemimpinan anda.
sumber : www.finansialku.com  

PERANAN PEMIMPIN


Pemimpin memegang peranan penting baik secara internal maupun eksternal. Ke dalam dia perperan dalam menggerakkan roda organisasi sedangkan keluar berperan membina hubungan dengan pihak luar untuk kemajuan organisasi.

Menurut Steven R Covey pemimpin memiliki beberapa peran. Pertama,  menentukan visi misi organisasi. Kedua, memastikan sistem operasional organisasi mendukung pencapaian visi dan misi. Ketiga, memberdayakan  anggota agar bekerja secara bersama-sama untuk meraih tujuan yang sudah disepakati.

Peran pemimpin sendiri menurut Siagian (2002) dibagi menjadi 3 bagian.

Pertama, peran interpersonal.
Seorang pemimpin harus memiliki human skill (keterampilan insani) yang meliputi: Pertama, mewakili organisasi dalam kegiatan-kegiatan seremonial dan legal. Kedua, memberikan motivasi dan arahan kepada anggota. Ketiga, penghubung organisasi dengan berbagai pihak dalam menunjang kemajuan organisasi.

Kedua, peran informasional.
Keberadaan informasi tidak bisa diabaikan dalam sebuah organisasi. Apalagi informasinya benar, akurat dan up to date tentu akan mendukung  kemajuan organisasi.

Dalam hal ini pemimpin berperan memantau arus informasi baik yang berasal dari luar maupun yang berasal dari dalam organisasi. Disamping itu juga berperan sebagai pembagi informasi. Setiap informasi yang penting bagi kemajuan orgnasisasi harus didistribusikan kepada anggota. Tujuannya agar anggota memiliki pemahaman yang sama atas informasi yang beredar. Khusunya informasi yang berkaitan dengan kebijakan, tindakan dan hasil yang telah dicapai organisasi.

Ketiga, pengambil keputusan.
Pemimpin adalah pengambil keputusan pada saat: 1] Menetapkan strategi dan mengembangkan proyek-proyek yang mendukung kemajuan organisiasi. 2]. Berperan untuk meredam berbagai gangguan. Apabila organisasi mendapatkan gangguan dari pihak luar maupun dari dalam maka pemimpin harus menjadi peredamnya sehingga tidak merusak tatanan organisasi. 3] Pemimpin berperan dalam mendistribusikan sumber daya dan sumber dana untuk pergerakan organisasi. Dia harus menggali sumber dana dan menempatkan orang-orang pada bidang yang ada di organisasi. Dia bisa mempromosikan, menurunkan posisi dan memberikan sangsi kepada anggotanya.

Keempat. Perunding bagi organisasi.
Pemimpin berperan sebagai juru runding saat negosiasi dengan berbagai pihak guna memperjuangkan kepentingan organisaisi  dan anggotanya.

Kesimpulannya seorang pemimpin dituntut untuk mengenali faktor-faktor keberhasilan organisasi, mengenali hambatan, peluang dan ancaman bagi organisasi. Keahlian inilah yang pada akhirnya akan membuat seorang pemimpin sukses dalam memimpin organisasinya.
sumber : www.pendidikanekonomi.com


KETERAMPILAN PEMIMPIN


Sebagaimana kita ketahui, pemimpin adalah orang yang mempengaruhi orang lain melakukan hal yang benar dengan cara yang benar dan bersedia diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu. Namun orang melakukannya dengan kesadaran bukan karena paksaan.

Pemimpin adalah orang yang membantu dirinya dan orang lain melakukan hal yang benar. Dia menentukan tujuan dan membangun visi yang inspiratif serta menggerakkan. Untuk itu seorang pemimpin harus memiliki keterampilan yang bisa mengantarkannya kepada tujuan di atas. Berikut akan dipaparkan keterampilan terpenting yang harus dimiliki seorang pemimpin.

Pertama, membangun visi yang inspiratif dan menggerakkan.
Visi berarti gambaran realistis yang meyakinkan dan menarik untuk diraih. Visi yang jelas akan membuat orang memiki gambaran tentang masa depan yang akan diraih. Seorang pemimpin harus mampu membuat visi menjadi sesuatu yang menarik dan menggairahkan serta bisa memotivasi anggotanya untuk meraih visi bersama yang sudah ditetapkan.

Disamping itu pemimpin harus mengenali kelebihan organisasinya dan menjadikan sebagai sumber kekuatan untuk meraih cita-citanya. Untuk itu dia bersikap proaktif dalam memecahkan berbagai masalah dan kendala yang terjadi.

Kedua, memotivasi dan menginspirasi orang lain.
Orang butuh dorongan dan motivasi dalam meraih tujuan-tujuannya. Karena tidak dipungkiri pengaruh lingkungan terkadang membuat orang lupa akan tujuannya. Disinilah peran pemimpin yaitu membantu orang lain dalam meraih tujuannya. Dan modal dasar dalam memotivasi orang lain adalah kredibilitas. Dengan kredibilitas orang akan percaya, mau mendengar dan mengikuti sang pemimpin.

Ketiga, mengelola dan mengedepankan visi.
Seorang pemimpin berpijak pada visi yang akan dicapai dan memastikan visi itu sampai kepada semua anggotanya. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus memahami manajemen. Dengan itu dia tahu kapan harus bicara, kapan harus bertindak dan kapan harus mendelegasikan tugas-tugasnya untuk meraih visi bersama.

Keempat, melatih tim dalam meraih visi.
Seorang pemimpin juga berperan sebagai guru dan pelatih. Dia harus melatih anggotanya dengan berbagai keterampilan yang akan mempercepat sampai kepada tujuan. Disamping itu seorang pemimpin harus melatih anggotanya menjadi pemimpin-pemimpin baru. Karena salah satu ukuran kesuksesan seorang pemimpin adalah seberapa banyak dia melahirkan pemimpin.

KETERAMPILAN UTAMA
Ada 3 keterampilan utama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Ketiga keterampilan ini harus saling melengkapi sehingga menjadi kunci sukses keberhasilan seorang pemimpin.

Pertama, technikal skill.
Yaitu keterampilan teknis dalam bidang spesialisasi tertentu yang biasanya didapat dari hasil pendidikan formal. Keahlian ini bersifat fisik dan bisa kelihatan oleh orang lain. Seperti keahlian menggambar bangunan yang dimiliki oleh arsitek, keahlian mengobati pasien yang dimiliki oleh seorang dokter atau keahlian memasak yang dimiki oleh seorang koki.

Kedua, conceptual skill.
Yaitu kemampuan memahami persoalan secara menyeluruh. Keterampilan ini sangat penting dalam mempengaruhi orang lain agar mau mengikuti apa yang diinginkan oleh pemimpin. Keterampilan yang tercakup di dalamnya antara lain kemampuan perencanaan, pengorganisasian dan pengontrolan terhadap berbagai kegiatan. Keterampilan ini bisa dipelajari baik lewat jalur pendidikan formal maupun jalur non formal(pengalaman).

Ketiga,  soft skill.
Keterampilan ini tidak dipelajari di jalur pendidikan formal tapi lewat pendidikan non formal (pengalaman). Seperti kemampuan untuk mengendalikan diri, mempengaruhi orang lain dan mengelola konflik di dalam sebuah organisasi. 

Tentunya tidak mudah untuk memiliki ketiga keterampilan di atas sekaligus. Tidak jarang seorang pemimpin hanya memiliki satu atau dua keterampilan saja. Apalagi untuk menguasai soft skill. Inilah yang paling sulit dikuasai karena karena tidak ada sekolah formalnya. Yang bisa dirasakan oleh orang lain hanyalah efeknya.

Namun demikian alangkah baiknya bila seorang pemimpin berusaha memiliki ketiga keterampilan tersebut agar kepemimpinannya efektif. Beruntunglah sebuah organisasi yang memiliki pemimpin dengan ketiga keterampilan di atas. Sehingga roda organisasi akan berjalan dengan lancar, sehingga tujuan organisasi akan mudah tercapai. 

sumber 
www.ikhtisar.com

SIKAP PEMIMPIN


Tidak dipungkiri organisasi yang baik merupakan cerminan dari tim yang tangguh. Namun kunci utama penentu kesuksesan sebuah organisasi berawal dari pemimpin yang memiliki kekuatan kepribadian dan manajemen.

Karena kalau sekadar jadi pemimpin banyak orang yang bisa, tapi untuk menjadi pemimpin yang baik butuh kerja keras. Untuk itu ada beberapa sikap yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin yang ingin sukses.

Pertama, fokus.
Tugas pemimpin adalah mengarahkan tim dan anggotanya menuju sasaran yang sudah ditetapkan. Untuk itu seorang pemimpin harus fokus kepada satu sasaran yang jelas dan  menentukan prioritas yang akan diraih bersama. Sehingga dengan adanya fokus dan prioritas anggota tidak akan kehilangan arah.

Kedua, percaya diri.
Peercaya diri merupakan sikap yang harus dimiliki setiap orang apalagi pemimpin. Tidak mungkin dia bisa mengarahkan anggotanya kalau dia sendiri tidak memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

Ketiga, transparan
Pemimpin ibarat seorang nakhoda kapal atau pilot pesawat terbang. Dia dituntut untuk transparan kepada penumpangnya [anggotanya]. Apalagi dalam situasi genting dia harus menjelaskan keadaan yang sebenarnya dan mencari solusi bersama untuk mengatasi berbagai permasalahan.

Semakin terbuka pemimpin maka semakin mudah anggota menyampaikan masukan dan kritikan yang membangun untuk kemajuan organisasi. Ini tentu akan menjadi bahan bakar bagi pergerakan organisasi.

Keempat, komunikasi yang baik dan terbuka.
Keterbukaan komunikasi menjadi awal kemajuan organisasi dalam menghadapai berbagai persoalan. Dalam hal ini pemimpin dituntut memiliki skill berkomunikasi yang mumpuni agar dia bisa menakhodai organisasi dengan cekatan.

Pemimpin juga harus bisa menjadi jembatan penghubung antara berbagai pihak dalam organisasainya. Dengan itu dia bisa mengakomodir berbagai pemikiran. Ini tentu sangat bermanfaat untuk membangun fondasi organisasi yang kuat.

Pemimpin juga harus bersikap fleksibel dan bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan.  Walaupun rencana sudah ditetapkan diari awal namun pelaksanaannya tidak harus kaku dan statis. Semua bisa disesuaikan dengan kondisi yang dihadapai di kemudian hari.

Kelima, sabar.
Sabar merupakan salah satu rumus kesuksesan seorang pemimpin. Tidak ada yang bisa diraih dengan instan, karena semuanya membutuhkan usaha, perjuangan dan kesabaran. Apalagi dalam sebuah organisasi dimana situasi yang dihadapi turun naik. Hanya dengan kesabaran semua itu bisa dijalani.

Pemimpin harus bersikap tenang dalam berbagai kondisi baik saat meraih kesuksesan maupun saat terpuruk. Seorang pemimpin harus selalu berpikir tenang dan dingin sehingga kejernihan pikirannya selalu terjaga. Itulah yang akan melahirkan keputusan yang brilian.
sumber : www. dailysocial.id