10 April 2018

KISAH PEMUDA DALAM AL QURAN



Di dalam al Quran terdapat kisah-kisah nabi pada waktu mudanya. Bagaimana dia menemukan Tuhannya dan  berjuang untuk mempertahankan imannya. Kisah-kisah tersebut akan terus menginspirasi pemuda hingga kini. Berikut dikisahkan beberapa diantaranya.

Kisah pemuda Ibrahim
Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Tuhanku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam"

Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inilah Tuhanku". Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat"

Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar". Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.

Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. [QS. 6:79]

Di surat yang lain juga terdapat kisah Ibrahim yang menghancurkan berhala; Mereka berkata: "Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim." [QS. 21:60]

Kisah ashabul kahfi 
“(Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)". Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu.

Kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lama mereka tinggal (dalam gua itu).

Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.
Dan Kami meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata, "Tuhan kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran."[QS.18:10-14]*




PENYEBAB KENAKALAN REMAJA



Setiap manusia beriman memiliki fitrah dalam dirinya, yaitu kecenderungan untuk menjadi orang baik. Bila dia melakukan sesuatu yang bertentangan dengan fitrah itu [kejahatan] hatinya akan resah, gelisah dan mengalami konflik batin.

Dia meyakini bahwa dia harus melakukan kebenaran, namun melakukan hal sebaliknya. Hal ini menimbulkan kegoncangan dan pertentangan dalam dirinya karena hati nurani yang bersih tidak menyukai kejahatan.

Ibrahim al Mahmud dalam bukunya waqafat ma’asy syabab menuliskan beberapa penyebab timbulnya kenakalan remaja.

1    1.      Menganggur
2.       Hubungan yang kurang harmonis dengan orang tua [Broken home].
3.       Membaca buku yang merusak moral
4.       Menonton film yang tidak baik
5.       Pandangan bahwa islam menghambat kebebasan
6.       Kurang menganggap penting ilmu dan pendidikan
7.       Berteman dengan orang jahat

Siapa sih orang yang jahat itu? Orang jahat adalah orang yang menginginkan anda hancur, sengsara dan tenggelam dalam kemaksiatan. Bila kita mengikuti mereka maka hal itu akan menjadi penyesalan bagi kita di akhirat nanti.

Allah berfirman dalam al Quran, “Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: "Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul" Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia [QS. 25:27].'

Rasulpun pernah bersabda, “Sesungguhnya seseorang itu mengikuti agama temannya. Karena itu hendaklah kamu memperhatikan orang yang hendak kamu jadikan teman. [HR Abu Daud, Tirmidzi, Ahmad, dan Al Hakim]

Seorang penyair berkata, “Jangan kamu bertanya seseorang itu keturunan siapa karena pada umumnya seseorang itu mengikuti temannya.”

Oleh karena itu, cepat-cepatlah kita menjauh dari orang yang jahat sebelum kita mati dan menyesal di akhirat nanti.

“Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya. Supaya jangan ada orang yang mengatakan: ‘Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah)’.”

Atau supaya jangan ada yang berkata: ´Kalau sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku termasuk orang-orang yang bertakwa´ Atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab Kalau sekiranya aku dapat kembali (ke dunia), niscaya aku akan termasuk orang-orang berbuat baik.´”[QS.39:55-58] *

09 April 2018

PROBLEM PEMUDA ISLAM DAN PENYEBABNYA



Pemuda Islam memegang peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat. Merekalah yang mewarnai aktivitas masyarakat dan umat. Apabila pemudanya baik maka masyarakatnya akan baik dan apabila pemudanya buruk maka akan buruklah masyarakatnya.  Untuk itu ada baiknya kita memahami apa saja permasalahan di seputar anak muda agar kita dapat mengatasinya dan mencarikan solusinya.

1.       ARUS BESAR MUSUH ISLAM
Musuh-musuh Islam tidak henti-hentinya ingin menghancurkan umat Islam terutama pemudanya dengan berbagai cara. Salah satunya adalah kebudayaan sekuler yang divisualisasikan lewat media televisi, internet, buku, majalah dan berbagai media lainnya.

Hal itu semua akan meracuni mental para pemuda Islam yang belum siap untuk menyaring informasi yang benar dan yang salah. Tayangan-tayangan di berbagai media itu menawari kenikmatan nafsu sesaat yang membuat generasi muda lalai dari tujuan hidup yang hakiki sehingga larut dalam pemuasan hawa nafsu.

Tidak aneh saat ini banyak generasi muda Islam yang mengikuti gaya hidup orang sekuler dan budaya barat yang bertentangan dengan Islam. Hal ini disebabkan karena lemahnya pemahaman Islam generasi muda.

Perang pemikiran atau gazwul fikri itu dilancarakan diantaranya lewat iklan-iklan yang membanjiri penglihatan kita.  Pemuda yang mudah terpengaruh dengan semua itu adalah yang hatinya kosong dari ajaran Islam. Orang kafir tahu kesukaan anak muda. Mereka akan menghantam hati generasi muda dengan syahwat dan racun iblis yang kosong dari Islam.

2.       PENYELEWENGAN DAN PENYIMPANGAN PEMIKIRAN
Ini dilancarkan dengan perang pemikiran gazwul fikri lewat berbagai media masa yang notabene dikuasai oleh mereka. Walaupun ada informasi yang bermanfaat tapi secara dominan lebih banyak yang negatifnya.

3.       TERBUKANYA PELUANG UNTUK MENDAPATKAN BEASISWA
Tidak sedikit mahasiswa Islam yang belajar di barat menjadi berubah alur pemikirannya menjadi kebarat-baratan dan maalah menjadi pendukung setia program mereka. Sehingga ketika mereka kembali ke negaranya dia akan menularkan pemikirannya yang sudah diracuni oleh barat.

4.       MELUASNYA KEBODOBAHAN
Terutama kebodohan akan ajaran Islam karena mereka tidak belajar dengan serius, menganggap ilmu agama tidak penting sehingga mempelajarinya dengan sisa waktu di sela-sela pelajaran umum. Akibatnya ilmu yang di dapat pun tidak sempurna dan tidak utuh atau malah kurang.

Apalagi kalau referensi buku Islamnya dia dapat dari tulisan para orientalis maka justru dia akan mendapatkan pemahaman yang salah tentang Islam. Kalau dia tidak mendapatkan pemahaman Islam dari sumber yng benar bisa jadi dia meyakini Islam dari buku-buku orientalis yang salah.

Solusi untuk permasalahan di atas adalah dengan pembenahan kurikulum pendidikan Islam dengan merujuk kepada sumber aslinya yaitu alquran dan hadis. Mengadakan diskusi rutin antar generasi muda dengan para ulama yang komitmen terhadap Islam, menyeleksi setiap tawaran beasiswa ke negeri barat, membenahi media cetak, media televise yang tidak bermanfaat dan tidak mendukung Islam. 

TIPE PEMUDA ISLAM



Pemuda merupakan ujung tombak dakwah islam. Mereka adalah generasi utama dalam sebuah masyarakat. merekalah yang menentukan corak kehidupan masyarakat dimasanya dan di masa akan datang.

Berikut ini akan dipaparkan tipe-tipe pemuda islam. Harapannya dengan tulisan ini kita mengetahui termasuk tipe pemuda yang manakah kita? Tipe pemuda yang manakan yang diharapkan oleh islam? Dan apa yang harus kita lakukan?

1.       Pemuda yang taat dan mengajak kepada ketaatan
Mereka adalah pemuda dambaan umat dan ujung tombak kebangkitan islam. Inilah tipe pemuda calon ahli surga. Ciri-cirinya : Terdidik dengan baik, tahu kebenaran dan meyakininya, tidak mau baik sendirian tapi juga mengajak orang lain, aktif memelopori kegiatan kemaslahatan umat, seperti mengadakan pengajian, kegiatan sosial dan kegiatan lainnya.

2.       Pemuda yang cenderung pada ketaatan
Yaitu pemuda yang hatinya cenderung kepada kebaikan. Setiap ada kegiatan positif dia berusaha ikut. Namun dia belum sanggup mengajak orang lain. Dia hanya sebagai pengikut kebaikan, belum menjadi pelopor kebaikan. Dalam sebuah kegiatan pengajian misalnya, dia lebih memilih sebagai jamaahnya bukan sebagai panitianya. Inilah tipe orang kebanyakan.

3.       Pemuda yang jahat dan mengajak pada kejahatan
Inilah tipe pemuda yang jahat. Biasanya mereka kurang mendapatkan pendidikan yang baik di keluarganya. Atau bisa jadi keluarganya hancur karena perceraian, akibatnya mereka berontak dan kecewa. Untuk pelampiasannya mereka cenderung kepada hal-hal negatif dan mengikuti hawa nafsu semata. Bahkan parahnya lagi juga mengajak orang lain pada kejahatan. Sehingga secara tidak langsung mereka sudah menjadi wakil setan di bumi.

Agar hati kita tidak condong pada kejahatan maka Allah mengajarkan kita untuk berdoa. "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)" [QS.3:8]

Jadi hati kita condong pada kebaikan itu karena pertolongan Allah semata. “Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati)mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka.” [QS.17:74]

4.       Pemuda yang cenderung pada kejahatan
Tipe pemuda ini cenderung pada hal-hal yang negatif. Mereka adalah penonton dan penikmat acara yang sia-sia dan melalaikan. Namun dia hanya sebagai pendukung dan pengikut, bukan penggerak. Inilah yang banyak jumlahnya. Tipe pemuda ini masih berpeluang untuk tobat dan didakwahi.

Mereka cenderung melakukan kejahatan hanya karena mengikuti bisikan setan. “Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui.” [QS. 2:268]

5.       Pemuda yang labil
Tipe pemuda ini sangat tergantung pada pengaruh lingkungan. Kalau lingkungannya positif dia akan terbawa positif kalau lingkungannya negatif maka dia akan terbawa negatif. Tipe pemuda ini banyak jumlahnya. Biasanya usia smp, sma dan mahasiswa. Mereka masih mencari jati diri namun kurang mendapatkan pendidikan yang baik. Tipe pemuda inilah yang harus menjadi sasaran dakwah.

Setiap pemuda di atas berpeluang untuk menjadi baik. Merekalah sasaran dakwah kita. Namun untuk mendakwahinya membutuhkan pendekatan yang berbeda. Tidak jarang pemuda yang pernah terjerumus dalam kemaksiatan, lebih kuat perjuangannya untuk islam setelah dia bertobat. Oleh karena itu jangan pernah meremehkan orang lain.



08 April 2018

DEKAT DENGAN SANG MAHA KAYA


Katakanlah: "Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Allah". Maka katakanlah "Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)? [QS.10.31]

Bila ada sebuah pertanyaan: "Siapakah sumber segala sumber kekayaan di dunia ini? Maka, jawabannya pasti adalah Allah Swt. yang menciptakan manusia, bumi langit, dan seisinya. Allah Yang Maha Kaya yang menciptakan intan, mutiara, gunung emas, dan benda berharga lainnya. Dia-lah yang menyebarkan semua itu di dunia, menanamnya di perut bumi. Ia juga yang menciptakan pepohonan yang beragam Ia yang menyebar benih Santalum album (cendana) yang tiap batangnya bernilai jutaan rupiah. Allah pula yang menimbun minyak bumi dan batu bara di kedalaman tanah, sumber energi yang bernilai tinggi.

Allah swt. yang memberi pendengaran, penglihatan, dan hati. Ia pula yang menyempurnakan tangan dan kaki, yang dengannya manusia bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dengan tangan dan kaki, manusia bisa mencari pekerjaan, menghasilkan uang menanam buah-buahan, berdagang, dan lain sebagainya.

Pendengaran, penglihatan, dan hati adalah kekayaan dasar yang diberikan Allah kepada manusia. Bila Anda ingin menjadi orang kaya, maka berdekatanlah dengan Sang Maha Kaya. Berdoalah, "Ya Ghani, wahai Dzat Pemilik langit dan bumi, hanya Engkaulah satu-satunya pemberi rezeki kepada makhluk-Mu yang tak terhitung. Engkau pemberi rezeki bagi bermiliar semut di dunia, bertriliun ikan di lautan, serta berjuta-juta makhluk-Mu yang lain. Maka karuniakan rezekimu bagi hamba dengan segala kebaikannya.
[Fidi Mahendra;2009]

AYAT-AYAT YANG AKANG MEMOTIVASI ANDA MENJADI ORANG KAYA


Kekayaan adalah topik yang tidak pernah habisnya untuk dibahas selama kita hidup di dunia. Sampai mati pun orang tetap butuh kekayaan, baik untuk kehidupan dunia maupun untuk bekal akhirat. Kekayaan kita butuhkan untuk memenuhi segala keperluan hidup. Disamping itu kekayaan juga kita butuhkan untuk menjalankan ibadah-ibadah kita kepada Allah, baik ibadah ritual maupun ibadah mahdah.

Pada tulisan berikut ini akan kami sampaikan tulisan tulisan yang kami sarikan dari buku “100 ayat yang akan mengubah anda menjadi orang kaya” yang ditulis oleh Fidi Mahendra. Tulisan-tulisa ini mengambil rujukan kepada al quran yang merupakan panduan hidup kita sebagai umat islam, termasuk dalam urusan kekayaan.

Pengantar
Di dalam al quran kita menemukan banyak ayat-ayat yang membimbing kehidupan manusia, mengajarkan tentang halal dan haram, menceritakan kisah para nabi, serta memuat rahasia-rahasia penting dalam menjalani kehidupan ini, termasuk rahasia menjadi orang kaya.

Kekayaan sangat didambakan oleh setiap manusia, baik berupa kekayaan materi (harta benda) yang dengannya kita bisa menjalankan perintah Allah Swt., seperti mengamalkan zakat, infaq, dan shadaqah maupun kekayaan non materi, seperti kekayaan hati yang berupa kasih sayang, tolong-menolong, ikhlas, dan tulus.

Kekayaan amal akan mengantarkan manusia mencapai surga-Nya. Kekayaan persaudaraan membuat hidup menjadi lebih indah dan bermakna. Kekayaan ilmu akan memudahkan segala urusan. Meskipun al-Qur'an banyak dibaca oleh orang Islam, tetapi  sangat sedikit yang mengamalkannya, sehingga rahasia kekayaan yang tersimpan dalam ayat-ayat tersebut menjadi hampa tidak nyata. Inilah kelemahan umat Islam.

Meskipun di Indonesia jumlahnya mayoritas, tetapi tak banyak yang memahami kitab sucinya. Akibatnya, banyak umat Islam yang hidup miskin. Miskin moral mengakibatkan mereka menghuni sel penjara. Miskin finansial menjadikan mereka penunggu setia rumah kumuh pinggir kota, menanti zakat dan infaq setiap tahunnya. Miskin ilmu membuat mereka menjadi bulan-bulanan orang Barat, menjadi buruh di rumah sendiri, serta tergilas globalisasi dan industrialisasi. Untuk itu, sudah saatnya kita kembali membuka lembar demi lembar al quran. Karena, di dalamnya, kita bisa menemukan rahasia menjadi kaya luar biasa, menjadi miliuner dengan kekayaan tanpa batas. Dengannya, kita bisa menguasai dunia, menjadi manusia paling unggul, pengusung peradaban mulia.


[Fidi Mahendra;2009]

07 April 2018

SAYYED HOSSEIN NASR Juru Bicara Islam di Barat



Di belantara intelektualisme kontemporer, nama Sayyed Hossein Nasr terbentang. Dia ada di Timur, juga di Barat modern. Dimensi wawasannya jauh melampaui batas-batas disiplin ilmu: dari sains hingga tasawuf, dan dari sejarah klasik hingga percaturan pasca-modernisme. Lantaran kapasitasnya itu, banyak kalangan merujuknya sebagai "kamus hidup" pemikiran Islam kontemporer.

Tapi, siapakah sejatinya sosok yang sebagian karyanya beredar di Indonesia ini? Dilahirkan di Iran pada 1933, pendidikan dasar Nasr diselesaikan di kampung halamannya. Ayahnya yang ulama berpengaruh, mengirim Nasr belajar ke sejumlah ulama besar Iran, termasuk kepada Ayatullah Muhammad Husain Thabathaba'i (w.)(1889), selama 20 tahun. Usai menamatkan pendidikan menengahnya di Iran, Nasr melanjutkan pendidikan tingginya di Massachussets Institute of Technology (MIT) Amerika Serikat, dalam bidang sejarah sains, khususnya sains Islam hingga meraih gelar Bachelor of Science (B.Sc.). Dia lalu melanjutkan ke Harvard University pada bidang yang sama dan memperoleh gelar Ph.D. pada 1958.

Sejak itulah petualangan intelektualisme Nasr mewarnai kehidupannya. Berkat kapasitasnya itu pula, kiprah Nasr di dunia pemikiran dan akademis diperhitungkan. Dia misalnya (sepulang dari Harvard), diangkat sebagai guru besar sains dan filsafat Islam pada Universitas Teheran. Namanya makin melambung setelah dia dipercaya sebagai guru besar tamu di almamaternya, Harvard University (1962-1965), Saat itu, di Iran sendiri masih sangat jarang tokoh yang mengambil bidang seperti Nasr. Tidak heran, jika dia cepat berpengaruh dalam arus keilmuan di Iran.

Usai bertugas di AS, dia kembali ke lran dan dipercaya sebagai dekan pada Fakultas Sastra dan Seni Universitas Teheran. Pada saat yang sama, dia juga sebagai pembantu rektor universitas yang sama. Di masa kekuasaan Syah Mohammad Reza Pahlevi (1919-1980) Nasr termasuk pendiri Akademi Filsafat Iran, sekaligus sebagai presiden pertamanya. Selain itu, bersama Ayatullah Muthahari dan Ali Syari'ati, dia mendirikan lembaga lslam Husyaimiah lrsyad.

Pemikiran Nasr
Seperti terlihat dalam karya-karyanya, pemikiran Nasr sangat kompleks dan multidimensional. Dia mampu membahas berbagai topik, mulai dari sains Islam, filsafat, sufisme, perenialisme, sampai kepada masalah masalah yang dihadapi manusia dan peradaban modern saat ini. Menyimak pemikirannya tentang konformitas Islam dengan dunia modern misalnya, sebagian kalangan memasukkan Nasr sebagai pemikir neo-modernis



Menurut Nasr, manusia modern saat ini tengah dilanda krisis spiritualitas, Kemajuan yang pesat dalam lapangan ilmu dan filsafat rasionalisme sejak abad ke-18, kini dirasakan tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok manusia dalam aspek nilai-nilai transenden, satu kebutuhan vital yang hanya bisa digali dari sumber wahyu llahi. Itu sebabnya, kata Nasr, masalah paling akut yang dihadapi manusia modern bukan muncul dari situasi underdevelopment (keterbelakangan), tetapi justru dari ouerdevelopment.

Lebih dari itu, semua masalah dan krisis peradaban modern berakar dari polusi jiwa manusia yang muncul begitu manusia Barat mengambil alih peran ketuhanan di muka bumi dengan menyingkirkan dimensi Ilahi dari kehidupannya. Dalam kenyataan itu, manusia modern mencoba "hidup dengan roti semata”, “membunuh" Tuhan dan menyatakan independensinya dari kehidupan akhirat. Mereka melakukan desakralisasi alam untuk kemudian mengeksploitasinya secara sewenang-wenang. Bagaimana umat Islam memandang hal ini?

Kaum Muslimin. kata Nasr, terpilah menjadi dua kelompok: (a) mereka yang terjebak dalam krisis dunia modern, dan (b) mereka yang tetap setia kepada nilai-nilai tradisional Islam. Kelompok terakhir ini masih mengamalkan ibadah dan ritual agama, berpegang pada hukum Tuhan. Untuk itulah, demikian Nasr, tak ada jalan lain kecuali rasa takut akan Tuhan. Perasaan itu sebagai dasar kebajikan yang akan mengantarkan kepada Sang Tuhan. Tentu saja, kata Nasr, hal itu harus dibarengi dengan cinta pada Allah.

Secara jelas, Nasr memberi jalan solusi manusi modern, yakni jalan sufisme buat merengkuh Tuhan. Mengapa sufisme menjadi alternatif solusi? Tidakkah ada jalan lain yang lebih dari itu? Secara perlahan kekayaan lslam yang paling dalam dan peradabannya mulai menarik perhatian sejumlah besar pria dan wanita di Barat, pada waktu yang sama mengalirnya arus "pembaratan” mengancam benteng peradaban Islam itu sendiri," jawab Nasr.

Menurut Nasr, "lslam diharapkan dapat memberikan sumbangan dalam aspek sufisme,” karena, "itu juga akan menunjukkan bahwa hampir seluruh ajaran lslam tentang hal-hal yang bersifat metafisis dan gnosis (makrifah/hikmah) murni. Terutama sekali yang terdapat dalam bidang sufisme, dapat memberikan jawaban-jawaban terhadap kebutuhan-kebutuhan intelektual manusia dewasa ini. Dalam bidang sufisme tersebut, kehadiran dimensi spiritual tampak, ltulah yang kemudian dapat memadamkan kehausan manusia dalam mencari Tuhan. Menurut Nasr, paham sufisme mempunyai tempat bagi masyarakat di Barat (modern), karena mereka mulai merasakan kekeringan batin dan kini upaya pemenuhannya kian mendesak.

Karena itu, Nasr berpendapat, sufisme sangat penting disosialisasikan kepada Barat. Ini setidaknya terdapat tiga tujuan. Pertama, turut serta berbagi peran dalam penyelamatan kemanusiaan dari kondisi kebingungan sebagai akibat dari hilangnya nilai-nilai spiritual. Kedua, memperkenalkan pemahaman tentang aspek esoteris lslam, baik terhadap masyarakat lsam yang mulai melupakannya, maupun non lslam khususnya masyarakat Barat. Ketiga, untuk memberikan penegasan kembali bahwa sesungguhnya aspek esoteris lslam, yakni sufisme adalah jantung ajaran islam sehingga bila wilayah ini kering dan tak lagi berdenyut maka keringlah aspek-aspek lain ajaran lslam.

Nasr tak melulu membela kebenaran ajaran yang dianutnya (Islam). Dia juga memberikan kritik tajam terhadap pemikiran-pemikiran modernis muslim seperti Jamaluddin Al Afghani, Muhammad Abduh, Ahmad Khan, atau Sayyed Amer Ali, penulis buku The Spirit of lslam. Dalam pandangan Nasr, tokoh-tokoh ini adalah penyebar westernisasi dan sekularisme di Dunia Muslim. Mereka adalah orang-orang yang mengecilkan atau bahkan menolak unsur-unsur ajaran dan warisan pemikiran Islam yang mereka pandang tidak sesuai dengan pemikiran dan perkembangan modern.


Modernisme yang mereka usung memang berbeda dengan apa yang dikampanyekan Nasr. "Berbeda konsep dan strategi." Modernisme-baru Nasr mengambil bentuk serta menghidupkan kembali Islam tradisional". Dalam kerangka ini, Nasr memahami tradisionalisme lslam sebagai kepenganutan yang teguh pada tradisi" yang suci dan mengandung kebijaksanaan perenial (abadi).

Muslim tradisional, katanya, adalah Muslim yang menerima Al Quran sepenuhnya sebagai firman Allah, baik dalam isi maupun bentuk: mengakui kutub al sittah (enam kitab kumpulan hadis standar); mengandung tasawuf atau tarikat sebagai dimensi batin dan jantung pematuhan lslam; serta selalu berangkat dari realisme sesuai dengan norma-norma lslam dalam segi politik. Dalam konteks inilah, kembali kepada ajaran Islam yang murni menjadi kunci utama menjalani prosesi kehidupan profan menuju kebahagian ukhrawi kelak. Inilah yang diajarkan Nasr di tengah kehidupan hedonistis manusia sekarang ini.

Karya Nasr
Di tengah kesibukannya mengisi ceramah dan presentasi ilmiah, baik di Barat dan Timur, Nasr terus menyempatkan menulis buku. Baginya, buku adalah warisan paling berharga. Hingga kini, puluhan buku sudah dia tulis, di antaranya Three Moslem Sages (Tiga Muslim yang Bijak), ldeals and Realities in Islam, An Introductions to Islamic Cosmological Doctrines, Science and Civilization in Islam, Sufi Essays, An Anotated Bibliography of lslamic Science, Man and Nature. The Spiritual Crisis of Modern Man, lslam and The Plight of Modern Man; Islamic Science, An Illustrated Study.

Selain itu, dia juga menulis buku The Transcendent Theosophy of Sadr ad-Din Shirazi, Islamic Art and Spirituality, Need for a Secred Science, lslamic Life and Thought, Knowledge and The Sacred, The Islamic Philosophy of Science, A Young Muslim's Guide to The Modern World, dan Traditional lslam in The Modern World. Sebagian dari karya-karyanya itu telah dialihbahasakan ke Indonesia. Hingga kini Nasr tetap memilih menetap di Amerika. Selain di Almamaternya, dia juga mengajar di Temple University, Philadelpia dan George Washington University, Washington DC. 

Sumber : Ensiklopedi Tokoh Islam